Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Banyak Orang Tetap Dalam Hubungan Tidak Bahagia Lebih Lama Dari Seharusnya

Sains
Neurosains and Psikologi
News Publisher
14 Des 2025
217 dibaca
2 menit
Mengapa Banyak Orang Tetap Dalam Hubungan Tidak Bahagia Lebih Lama Dari Seharusnya

AI summary

Pola emosional yang terbentuk sejak dini dapat mempengaruhi pilihan hubungan di masa dewasa.
Ketidakpastian dan ketakutan akan perubahan sering membuat orang tetap dalam hubungan yang tidak memuaskan.
Penting untuk membangun kepercayaan diri agar dapat mengambil langkah menuju hubungan yang lebih sehat.
Banyak orang seringkali tetap berada dalam hubungan yang tidak memuaskan, dan kita cenderung fokus hanya pada saat mereka akhirnya memutuskan untuk pergi. Namun, sesungguhnya kisah sejati ada selama bertahun-tahun sebelum hubungan itu benar-benar berakhir, saat pasangan merasa hubungan mereka ‘baik-baik saja’ meskipun sebenarnya ada ketidakbahagiaan yang tersimpan.Salah satu alasan utama orang tetap bertahan adalah karena sistem saraf manusia tidak melihat apakah sebuah hubungan itu sehat atau tidak. Otak kita hanya mengenali pola yang sudah dikenal dan memberikan rasa aman, bahkan jika pola tersebut sebenarnya tidak sehat atau penuh ketidakpastian emosional.Pengalaman masa kecil dalam pola pengasuhan membentuk apa yang disebut ‘attachment schema’, yaitu pola hubungan yang kemudian membentuk cara kita merasakan dan memilih pasangan di masa dewasa. Inilah alasan mengapa seseorang bisa merasa cocok dengan pasangan yang sebenarnya tidak baik bagi mereka karena otak mereka mengenali pola itu sebagai ‘normal’.Selain itu, ada dorongan bawah sadar yang disebut dengan repetition compulsion, yakni kecenderungan mengulangi pola hubungan menyakitkan yang belum selesai di masa lalu sebagai upaya memperbaiki luka lama. Namun, sering kali pola ini justru memperpanjang penderitaan dan membuat hubungan terasa seperti tempat menyembuhkan yang tidak efektif.Terakhir, ketakutan terhadap ketidakpastian dan perubahan membuat banyak orang memilih untuk tetap tinggal dalam hubungan yang tidak memuaskan. Otak kita lebih suka pada kestabilan meskipun menyakitkan daripada perubahan yang tidak pasti. Oleh karena itu, membangun kepercayaan diri dan pemahaman diri sangat penting agar perubahan dalam hubungan dapat dilakukan dengan keberanian dan keyakinan.

Experts Analysis

Dr. Sue Johnson
Attachment teori mengajarkan kita bahwa pola pengasuhan awal sangat mempengaruhi pilihan pasangan dan hubungan dewasa, sehingga mengenali pola ini adalah langkah pertama dalam penyembuhan hubungan.
Dr. Gabor Maté
Repetition compulsion berasal dari luka trauma masa kecil yang tak terselesaikan, dan kesadaran penuh adalah kunci untuk memutus siklus ini dan menemukan kesehatan emosional.
Editorial Note
Penting untuk menyadari bahwa ketertarikan pada pola hubungan lama adalah refleksi neurobiologi dan psikologi manusia, bukan bentuk kelemahan pribadi. Dengan pemahaman ini, terapi dan pendekatan penyembuhan yang fokus pada diri sendiri dan membangun kepercayaan dapat membantu memutus siklus tersebut secara efektif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.