TLDR
Perintah eksekutif Trump berusaha untuk menyatukan regulasi AI di tingkat nasional. Ada kekhawatiran bahwa perintah ini dapat membatasi reformasi keselamatan yang dilakukan oleh negara bagian. Raksasa teknologi mendukung upaya untuk mengurangi kerumitan regulasi yang berbeda-beda di setiap negara bagian. Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja meneken perintah eksekutif yang mewajibkan adanya satu regulasi AI nasional. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan standar tunggal yang akan menggantikan berbagai peraturan berbeda yang sekarang berlaku di negara bagian yang dapat menghambat pengembangan teknologi AI.Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan AI agar bisa berinovasi tanpa menghadapi berbagai aturan yang berbeda di tiap negara bagian. Menurut Trump, 50 aturan yang berbeda membebani perkembangan industri AI di Amerika Serikat dan dia ingin memiliki satu sumber persetujuan pusat yang jelas.Meski pemerintah federal mendukung aturan ini, beberapa pejabat negara bagian dari partai Republik dan Demokrat menolak kebijakan tersebut karena dianggap merampas kekuasaan mereka untuk membuat aturan lokal yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Beberapa negara bagian seperti New York, California, dan Florida telah menerapkan aturan terkait AI untuk melindungi konsumen dan privasi data.Perintah eksekutif Trump juga dapat memblokir akses dana yang cukup besar sebesar 42 miliar dolar AS dari pemerintah pusat untuk negara bagian yang memiliki aturan yang dianggap bertentangan atau memberatkan terhadap kebijakan AI nasional. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa langkah ini bisa melunturkan upaya reformasi dan perlindungan bagi masyarakat, terutama anak-anak.Beberapa perusahaan AI besar dan firma investasi mendukung regulasi pemerintah federal karena menginginkan kepastian hukum yang seragam. Di sisi lain, negara bagian meminta pengakuan atas kewenangan mereka dan keberlanjutan pembentukan aturan yang sesuai dengan kondisi lokal, khususnya saat Kongres belum menetapkan aturan AI nasional.