New York Wajibkan Pengungkapan AI dalam Iklan dan Lindungi Hak Waris Artis
Teknologi
Kecerdasan Buatan
12 Des 2025
130 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Undang-undang baru di New York mengharuskan pengiklan untuk mengungkapkan penggunaan AI dalam iklan.
Perlindungan hak publikitas untuk orang yang telah meninggal menjadi lebih relevan di era generasi AI.
Kolaborasi antara seniman, pembuat undang-undang, dan aktivis sangat penting untuk mengatasi risiko penggunaan AI yang tidak terkontrol.
Pemerintah New York baru saja mengesahkan aturan baru yang mengharuskan para pengiklan menginformasikan ketika menggunakan sosok yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dalam iklan mereka. Hal ini untuk memastikan bahwa konsumen tahu jika yang mereka lihat bukan sosok asli manusia, sehingga mendorong transparansi dan memberikan perlindungan bagi pengguna iklan.
Selain aturan tentang AI dalam iklan, ada aturan baru lain yang mengharuskan mendapatkan persetujuan dari ahli waris atau pelaksana wasiat untuk memakai nama atau wajah seseorang yang sudah meninggal demi tujuan komersial. Ini penting agar hak atas kepemilikan citra dan nama tetap dihormati bahkan setelah kematian seseorang.
Aturan tentang AI mengatur bahwa pengungkapan harus sangat jelas, terutama ketika sosok yang dipakai merupakan avatar sintetis yang tidak ada padanannya dengan manusia asli. Namun, ada pengecualian untuk karya-karya ekspresif seperti film, acara TV, dan video game jika avatar AI yang digunakan sudah sesuai dengan karya asli tersebut.
Jika pengiklan melanggar kewajiban pengungkapan ini, mereka bisa dikenai denda sebesar 1,000 dolar untuk pelanggaran pertama dan 5,000 dolar untuk pelanggaran berikutnya. Sanksi ini diharapkan menjadi peringatan serius bagi pelaku industri agar mentaati aturan baru ini.
Di tengah signifikansi undang-undang baru ini, Presiden Donald Trump disebut-sebut berencana untuk membatasi regulasi negara bagian terhadap AI, termasuk kemungkinan moratorium hukum terkait AI. Namun, rencana ini mendapat tentangan dari berbagai politisi lintas partai yang menganggap regulasi penting untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh AI.
Analisis Ahli
Duncan Crabtree-Ireland
Perlindungan terhadap seniman dari penggunaan AI yang tidak diawasi merupakan langkah krusial untuk memastikan keadilan dan penghargaan layak bagi para kreator di era digital.
