Pertarungan Regulasi AI di AS: Negara Bagian vs Pemerintah Federal
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Nov 2025
44 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pertarungan untuk mengatur AI di AS adalah tentang siapa yang memiliki kekuasaan untuk melakukannya, antara federal dan negara bagian.
Perusahaan teknologi khawatir bahwa regulasi yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi dan daya saing mereka.
Ada kebutuhan mendesak untuk menetapkan standar nasional yang melindungi konsumen sambil tetap mendukung pertumbuhan industri AI.
Di Amerika Serikat, ketidakpastian soal bagaimana harus mengatur kecerdasan buatan (AI) kini menjadi perhatian besar. Banyak negara bagian yang sudah membuat aturan sendiri untuk melindungi warganya dari risiko AI, seperti undang-undang California SB-53 dan Texas Responsible AI Governance Act. Namun, industri teknologi khawatir aturan yang bervariasi di tiap negara bagian ini bisa memperlambat inovasi teknologi, terutama dalam kompetisi melawan China.
Para raksasa teknologi dan beberapa pejabat Gedung Putih lebih mendukung adanya standar regulasi AI yang seragam secara nasional, atau bahkan tidak adanya regulasi sama sekali. Mereka berusaha menghalangi negara bagian membuat undang-undang AI sendiri, termasuk dengan mencoba memasukkan larangan tersebut ke dalam RUU Pertahanan Nasional (NDAA) dan melalui rancangan perintah eksekutif dari Presiden yang bocor.
Namun, upaya ini mendapat tentangan kuat di Kongres dan dari banyak jaksa agung negara bagian yang berpendapat bahwa tanpa standar federal yang jelas dan cepat, konsumen bisa dirugikan karena kurangnya pengawasan. Bahkan lebih dari 200 anggota Kongres menandatangani surat terbuka menolak pelarangan undang-undang AI di tingkat negara bagian.
Sementara itu, Rep. Ted Lieu dan House AI Task Force sedang menyiapkan paket undang-undang senilai ratusan halaman yang akan mencakup berbagai perlindungan konsumen terkait AI, seperti penanganan penipuan, keselamatan anak, hingga transparansi. Meski begitu, penerapan aturan ini diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun karena negosiasi politik yang sulit.
Dengan kondisi ini, pertarungan soal regulasi AI di AS menjadi perdebatan sengit antara kecepatan dan fleksibilitas regulasi negara bagian versus kebutuhan akan keseragaman dan dukungan dari pemerintah federal. Masa depan regulasi AI kemungkinan akan melibatkan kompromi, namun kompleksitas dan tekanan dari berbagai pihak akan terus membayangi prosesnya.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Menganggap keluhan tentang patchwork regulasi dilebih-lebihkan dan sebenarnya adalah upaya untuk menghindari akuntabilitas dari pihak industri.Nathan E. Sanders
Berpendapat bahwa industri AI mampu beradaptasi dengan regulasi yang berbeda di berbagai negara bagian, sehingga keberatan industri terhadap patchwork regulasi dianggap berlebihan.
