California Tetapkan Aturan Pertama untuk Keselamatan dan Transparansi AI Besar
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Sep 2025
209 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
California menjadi pelopor dalam regulasi keamanan AI dengan menandatangani SB 53.
SB 53 menciptakan transparansi dan perlindungan bagi karyawan perusahaan AI.
Reaksi terhadap undang-undang ini menunjukkan adanya ketegangan antara kebutuhan regulasi dan keinginan untuk inovasi dalam industri teknologi.
Gubernur California, Gavin Newsom, telah menandatangani undang-undang baru bernama SB 53 yang menetapkan aturan transparansi dan keselamatan pertama di Amerika bagi perusahaan besar AI seperti OpenAI, Anthropic, Meta, dan Google DeepMind. Tujuannya adalah untuk memastikan perusahaan tersebut lebih terbuka tentang protokol keselamatan dan memiliki mekanisme pelaporan yang efektif untuk insiden kritis yang melibatkan kecerdasan buatan.
SB 53 juga memberikan perlindungan bagi karyawan yang menjadi pelapor pelanggaran atau masalah keselamatan di dalam perusahaan AI. Selain itu, undang-undang ini mewajibkan perusahaan melaporkan insiden yang berkaitan dengan kejahatan yang terjadi tanpa campur tangan manusia, seperti serangan siber dan perilaku menipu oleh model AI yang tidak diatur oleh undang-undang Uni Eropa.
Meskipun undang-undang ini membuat beberapa perusahaan teknologi besar menentangnya karena takut regulasi negara bagian bisa menjadi potensi hambatan bagi inovasi, ada juga yang mendukung seperti Anthropic. Gubernur Newsom menegaskan bahwa aturan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan industri AI yang tumbuh pesat.
Tindakan California ini bisa jadi menjadi contoh bagi negara bagian lain di AS, seperti New York yang sudah mengesahkan undang-undang serupa dan sedang menunggu tanda tangan gubernur mereka. California juga sedang mempertimbangkan aturan lain untuk mengawasi chatbot pendamping dan memastikan adanya tanggung jawab hukum bila chatbot tersebut gagal memenuhi standar keselamatan.
Ini merupakan upaya berkelanjutan setelah upaya sebelumnya untuk mengatur AI di California gagal akibat penolakan dari perusahaan. Namun, dengan melibatkan perusahaan AI dalam proses revisi dan penyesuaian, harapannya regulasi terbaru ini bisa diterima dan menjadi model untuk mengatur teknologi AI secara lebih efektif dan bertanggung jawab.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Regulasi seperti ini bisa mempercepat adopsi AI yang lebih aman dan etis, walaupun harus berhati-hati agar tidak membatasi inovasi secara berlebihan.Kate Crawford
Langkah transparansi dan perlindungan pelapor adalah mekanisme krusial untuk menghindari risiko sosial dan etika dari AI yang tidak diawasi.
