Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perubahan Besar El Niño Bisa Picu Cuaca Ekstrem Global dan Butuh Adaptasi

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (4mo ago) climate-and-environment (4mo ago)
11 Des 2025
261 dibaca
2 menit
Perubahan Besar El Niño Bisa Picu Cuaca Ekstrem Global dan Butuh Adaptasi

Rangkuman 15 Detik

Fenomena El Niño diperkirakan akan terjadi lebih sering dan lebih kuat di masa depan.
Perubahan ini dapat mengakibatkan fluktuasi cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia.
Pentingnya strategi adaptasi untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.
Fenomena El Niño saat ini dikenal sebagai salah satu siklus iklim utama yang memengaruhi cuaca di berbagai belahan dunia, mulai dari hujan hingga kekeringan dan badai. Namun, sebuah studi baru mengungkap bahwa pemanasan global bisa membuat pola El Niño ini menjadi lebih rutin dan lebih kuat dari sebelumnya, yang artinya perubahan cuaca ekstrem bisa lebih sering terjadi. Studi yang dipimpin oleh Malte F. Stuecker menggunakan model iklim beresolusi tinggi menunjukkan bahwa jika emisi gas rumah kaca terus tinggi, suhu permukaan laut di kawasan Pasifik tropis akan berosilasi lebih ekstrem antara fase hangat dan dingin. Ini berarti El Niño dan La Niña tak hanya meningkat intensitasnya tapi juga waktunya menjadi lebih teratur, sekitar setiap 2 hingga 5 tahun. Fenomena yang lebih teratur dan kuat ini dapat menyebabkan sinkronisasi dengan siklus iklim global lainnya seperti di Samudra Hindia, Atlantik, dan kutub utara. Sinkronisasi ini memicu pola cuaca dan badai yang lebih ekstrem di berbagai wilayah, termasuk musim dingin basah di Eropa dan kekeringan disertai banjir mendadak di wilayah seperti California Selatan dan Semenanjung Iberia. Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan ini dapat meningkatkan risiko hydroclimate whiplash, yakni peralihan mendadak dari keadaan sangat kering menjadi sangat basah. Oleh karena itu, wilayah berisiko harus meningkatkan strategi perencanaan dan adaptasi agar dapat menghadapi perubahan pola iklim yang tidak bisa diprediksi dengan mudah seperti sebelumnya. Kesimpulannya, perubahan besar pada El Niño akibat pemanasan global menambah tantangan global terkait iklim. Studi ini menjadi pengingat penting bahwa perubahan iklim bukan hanya soal naiknya suhu, tetapi juga tentang bagaimana pola iklim itu sendiri bisa berubah sehingga memerlukan kesiapsiagaan dan adaptasi yang lebih matang di seluruh dunia.

Analisis Ahli

Malte F. Stuecker
Kawasan tropis Pasifik dapat melewati tipping point iklim yang menyebabkan ayunan suhu laut lebih ekstrem, memperkuat fenomena El Niño secara signifikan.
Axel Timmermann
Sinkronisasi fenomena iklim global seperti El Niño dengan mode iklim lain dapat memicu fluktuasi cuaca yang jauh lebih ekstrem, khususnya di wilayah dengan risiko hydroclimate whiplash.
Daniel Swain
Proyeksi menunjukkan lonjakan 25 hingga 100 persen dalam kejadian perubahan drastis dari kondisi kering ke basah di beberapa wilayah akibat pengaruh El Niño yang menguat.