Mengungkap Gen Langka yang Membuat Orang Tidur Singkat Tapi Tetap Sehat
Sains
Neurosains and Psikologi
09 Des 2025
238 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Mutasi genetik tertentu dapat memperpendek durasi tidur tanpa efek negatif bagi kesehatan.
FNSS adalah sebuah fenomena yang jarang, dan berbeda dengan tidur pendek yang umum di masyarakat.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami implikasi genetik tidur pada kesehatan manusia.
Tidur biasanya dianggap sebagai kebutuhan wajib delapan jam setiap malam agar badan dan otak berfungsi dengan baik. Namun, terdapat kelompok kecil orang yang tidur lebih sedikit, antara empat hingga enam jam, tapi tetap merasa segar dan sehat. Ilmuwan menyebut mereka sebagai Familial Natural Short Sleepers (FNSS). Penelitian genetik selama 15 tahun terakhir mengungkap bahwa kebutuhan tidur dipengaruhi oleh gen tertentu di otak, sehingga tidak sama untuk semua orang.
Penemuan pertama mutasi genetik yang mengatur durasi tidur ditemukan pada gen DEC2 di sebuah keluarga. Mutasi ini membuat mereka hanya perlu tidur sedikit tanpa mengalami gangguan kesehatan. Ketika mutasi ini juga ditanamkan pada tikus dan lalat, hewan-hewan tersebut juga menunjukkan pola tidur berkurang dan tetap berfungsi baik. Ini menjadi bukti awal bahwa mutasi tunggal bisa memengaruhi waktu tidur.
Penelitian selanjutnya menemukan mutasi lain pada gen ADRB1 dan NPSR1 yang berperan dalam mengatur sinyal untuk tetap terjaga atau mengurangi kebutuhan tidur. Jadi, beberapa mutasi bisa membuat sinyal ‘perlu tidur’ berkurang atau sebaliknya sinyal ‘tetap bangun’ lebih aktif. Mekanisme ini menghasilkan kemampuan tetap waspada meski tidur lebih singkat dari kebanyakan orang.
Namun, mutasi-mutasi yang membuat seseorang jadi FNSS ini sangat jarang. Mayoritas orang yang tidur singkat tidak memiliki mutasi tersebut dan tetap berisiko mengalami dampak negatif dari kurang tidur. Studi besar pada ribuan orang juga menunjukkan bahwa durasi tidur normal dipengaruhi banyak gen dengan pengaruh kecil, berbeda dengan mutasi langka yang berdampak besar pada FNSS.
Temuan ini sangat penting karena mengingatkan bahwa tidur adalah kebutuhan biologis yang berbeda-beda antar individu. Namun, kita tidak boleh menyimpulkan bahwa tidur lebih singkat selalu aman, karena hanya sebagian kecil yang memiliki mutasi genetik ini dapat memanfaatkannya tanpa efek buruk. Penelitian lebih dalam tentang genetik tidur bisa membantu pengembangan terapi dan meningkatkan kesehatan masa depan.
Analisis Ahli
Matthew Walker
Penemuan ini memperkuat pentingnya tidur dalam kesehatan, namun juga membuka jalan untuk pemahaman personalisasi kebutuhan tidur.Chiara Cirelli
Mutasi langka FNSS menunjukan betapa kompleksnya mekanisme genetik yang mengatur siklus tidur dan bangun pada manusia.

