TLDR
Waspadai penipuan yang menargetkan pengguna smartphone, terutama yang melibatkan penyamaran bank. Jangan mencari nomor telepon bank melalui mesin pencari atau asisten AI; gunakan informasi resmi dari kartu atau situs web bank. Selalu luangkan waktu untuk berpikir dan diskusikan dengan keluarga sebelum mengambil tindakan terhadap permintaan yang mendesak. Pada tahun 2025, kejahatan siber yang mengincar pengguna smartphone dengan metode social engineering telah menyebabkan kerugian lebih dari 260 juta dolar. Pelaku sering meniru pihak bank untuk melakukan penipuan melalui panggilan telepon, pesan teks, maupun email yang menipu korban agar menyerahkan data penting.FBI memberikan peringatan penting agar ketika mendapatkan panggilan atau pesan yang mencurigakan, jangan langsung mencari nomor layanan pelanggan bank melalui internet atau AI assistant. Sebaiknya, gunakan nomor yang tercetak di kartu bank untuk menghindari panggilan ke nomor palsu yang sudah dipersiapkan penipu.Google juga mengembangkan fitur terbaru di perangkat Android yang memberikan peringatan dan jeda waktu 30 detik sebelum pengguna dapat melanjutkan berbagi layar dengan nomor tidak dikenal saat membuka aplikasi perbankan. Langkah ini bertujuan memutus upaya tipu muslihat yang biasanya memanfaatkan ketergesaan untuk menipu korban.Selain penipuan lewat panggilan palsu, FBI juga memperingatkan munculnya modus baru yaitu 'virtual kidnapping' yang menggunakan foto hasil suntingan media sosial untuk menakut-nakuti keluarga korban agar membayar tebusan. Modus ini semakin mengkhawatirkan terutama menjelang musim liburan ketika orang lebih rentan terhadap tekanan emosional.FBI dan pakar keamanan mengimbau masyarakat untuk selalu 'take a beat' atau berhenti sejenak dan berpikir sebelum merespon panggilan atau pesan mendesak yang mengatasnamakan bank ataupun lembaga resmi lainnya. Edukasi dan kewaspadaan bersama adalah kunci utama mencegah kerugian dari kejahatan siber yang semakin canggih.