Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

OpenAI Hentikan Pesan Promosi di ChatGPT Usai Keluhan Pengguna

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (4mo ago) artificial-intelligence (4mo ago)
08 Des 2025
174 dibaca
2 menit
OpenAI Hentikan Pesan Promosi di ChatGPT Usai Keluhan Pengguna

Rangkuman 15 Detik

OpenAI menghentikan pesan promosi di ChatGPT setelah kritik dari pengguna.
Perusahaan berencana untuk meningkatkan kontrol pengguna terhadap saran aplikasi di dalam ChatGPT.
Ada kemungkinan iklan akan diperkenalkan di masa depan, namun dengan pendekatan yang hati-hati.
OpenAI baru-baru ini menonaktifkan beberapa pesan promosi yang muncul di dalam aplikasi ChatGPT setelah menerima banyak keluhan dari pengguna. Pesan-pesan tersebut mempromosikan aplikasi seperti Peloton dan Target dan muncul secara otomatis tanpa relevansi dengan topik percakapan, yang membuat beberapa pengguna merasa terganggu dan menganggap hal itu sebagai iklan yang tidak diinginkan. Mark Chen, Chief Research Officer OpenAI, mengakui bahwa perusahaan kurang hati-hati dalam merancang fitur ini dan menyatakan bahwa pesan promosi yang bersifat seperti iklan kini telah dimatikan. OpenAI juga berupaya memberikan kontrol lebih kepada pengguna agar dapat menyesuaikan frekuensi kemunculan pesan jika dianggap tidak membantu. Pengguna bahkan yang berlangganan paket ChatGPT Pro dan Plus melaporkan bahwa pesan promosi tersebut muncul setelah mereka berdiskusi mengenai topik yang tidak ada kaitannya dengan iklan yang ditampilkan, sehingga menimbulkan kebingungan. OpenAI menganggap pesan tersebut bukan iklan karena tidak ada transaksi finansial langsung, melainkan upaya untuk mendorong penemuan aplikasi partner secara organik. Munculnya pesan ini memicu kekhawatiran bahwa OpenAI akan mulai menghadirkan iklan dalam ChatGPT. CEO Sam Altman dan pimpinan lainnya mengatakan perlu pendekatan yang sangat hati-hati dan tersusun jika iklan akan diintegrasikan di masa depan. Sementara itu, perusahaan juga tengah fokus memperkuat ChatGPT di tengah persaingan ketat dari Anthropic dan Google yang sudah mulai menguji iklan pada layanan AI mereka. OpenAI memiliki tekanan kuat untuk menghasilkan pendapatan mengingat pengeluaran besar yang telah mencapai triliunan rupiah untuk pengembangan AI. Saat ini, pendapatan mayoritas berasal dari lisensi API dan langganan, namun hanya sekitar 5 persen pengguna ChatGPT yang berbayar. Karenanya, pengembangan model bisnis yang tepat dan tidak mengganggu pengguna akan menentukan kelangsungan layanan ini ke depan.

Analisis Ahli

Andrew Ng
OpenAI perlu memastikan bahwa monetisasi melalui iklan tidak menghambat adopsi teknologi dan fokus pada nilai tambah untuk pengguna, bukan hanya mencari keuntungan jangka pendek.
Fei-Fei Li
Inovasi dalam AI harus selalu dipadukan dengan etika dan transparansi terhadap pengguna agar teknologi dapat diterima luas dan berkelanjutan.