Kontroversi Percepatan Persetujuan Reaktor Nuklir Eksperimental Natrium di Wyoming
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
05 Des 2025
25 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Evaluasi keselamatan reaktor Natrium dipercepat di bawah tekanan politik, yang menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan publik.
Reaktor Natrium menggunakan pendingin natrium yang dapat menimbulkan risiko kebakaran dan ketidakstabilan daya.
Desain reaktor ini dipertanyakan karena kurangnya struktur penahanan fisik, yang dapat membahayakan lingkungan jika terjadi kecelakaan.
Di Kemmerer, Wyoming, rencana pembangunan reaktor nuklir eksperimental bernama Natrium sedang menjadi sorotan. Proyek ini senilai 10 miliar dolar dan memiliki kapasitas 345 megawatt. Reaktor Natrium menggunakan teknologi pendingin cair sodium yang berbeda dari reaktor konvensional biasa. Pemerintah AS melalui NRC memutuskan untuk mempercepat proses evaluasi keselamatan proyek ini, mengubah jadwal yang awalnya direncanakan selesai pada Agustus 2026 menjadi Desember 2024.
Union of Concerned Scientists dan beberapa ilmuwan menyatakan kekhawatiran atas proses evaluasi yang dipercepat ini. Mereka menilai bahwa dengan waktu yang singkat, evaluasi tidak bisa mencakup semua risiko keamanan yang mungkin ada. Salah satu risiko besar adalah Sodium sebagai pendingin reaktor yang mudah terbakar dan berpotensi menyebabkan kebakaran jika terjadi kebocoran. Selain itu, ada juga risiko instabilitas reaktor yang bisa menyebabkan kenaikan daya mendadak dan merusak bahan bakar nuklir yang sangat berbahaya.
Nuclear Regulatory Commission menyatakan bahwa tidak ada masalah keselamatan yang mencegah penerbitan izin konstruksi untuk reaktor ini dan menilai bahwa TerraPower telah memberikan jawaban yang memadai untuk pertanyaan-pertanyaan teknis. Namun, beberapa pihak seperti Dr. Edwin Lyman dari Union of Concerned Scientists menilai bahwa NRC terlalu cepat menyetujui desain reaktor yang belum lengkap, terutama terkait dengan kontainmen fisik untuk mencegah pelepasan bahan radioaktif apabila terjadi kecelakaan.
TerraPower dan NRC mengklaim bahwa reaktor Natrium memiliki 'kontainmen fungsional' yang menggantikan kebutuhan struktur kontainmen fisik, tetapi pihak ahli menyatakan bahwa ini adalah desain yang masih sangat awal dan belum cukup terbukti aman. Kekhawatiran ini semakin diperkuat karena peninjauan secara menyeluruh atas desain dan skenario risiko utama baru akan dilakukan saat proses perizinan operasional di masa depan, yang bisa jadi sudah terlambat untuk mencegah masalah.
Keputusan politik untuk mempercepat evaluasi didasarkan pada perintah eksekutif sebelumnya yang menghendaki proses persetujuan lebih cepat dalam rangka mendukung teknologi nuklir baru. Meski demikian, banyak pihak mengingatkan bahwa teknologi nuklir memerlukan kehati-hatian ekstra dan proses evaluasi yang matang demi keselamatan publik dan lingkungan. Masa depan proyek Natrium ini masih penuh dengan ketidakpastian terkait keselamatan dan risiko lingkungan yang perlu terus diawasi.
Analisis Ahli
Dr. Edwin Lyman
NRC telah mengabaikan masalah keselamatan penting dengan mempercepat proses evaluasi, dan teknis reaktor sodium-cooled berisiko tinggi karena sifat sodium yang mudah terbakar dan potensi instabilitas daya.

