Nvidia Dukung Energi Nuklir TerraPower untuk Penuhi Kebutuhan AI Masa Depan
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
19 Jun 2025
168 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Investasi Nvidia di TerraPower menunjukkan pentingnya energi nuklir dalam memenuhi kebutuhan energi sektor teknologi.
Proyek Natrium di Wyoming adalah langkah signifikan menuju solusi energi karbon bebas di AS.
Kemitraan antara pengembang nuklir dan operator data center dapat menjadi model untuk masa depan penyediaan energi.
Nvidia memberikan investasi penting pada perusahaan nuklir TerraPower yang didirikan oleh Bill Gates. Langkah ini merupakan strategi untuk menghadapi kebutuhan energi yang sangat besar dari sektor kecerdasan buatan. Investasi dilakukan melalui NVentures dalam pendanaan senilai 650 juta dolar bersama investor lain untuk mendukung pengembangan reaktor modular kecil (SMR) yang maju.
Teknologi AI membutuhkan pusat data yang menggunakan listrik dalam jumlah sangat besar. Para analis memproyeksikan konsumsi listrik pusat data dapat meningkat lebih dari dua kali lipat hingga akhir dekade sebagai akibat dari kebutuhan komputasi tinggi AI. Kenaikan ini menimbulkan tantangan pada jaringan listrik dan target pengurangan karbon banyak perusahaan teknologi.
TerraPower mengembangkan teknologi reaktor nuklir Natrium di Wyoming, yang menggunakan reaktor cepat berbasis natrium dan tekanan rendah dengan kapasitas 345 megawatt. Sistem ini juga mengintegrasikan penyimpanan energi berupa garam cair untuk mendukung listrik tersedia saat permintaan tinggi, bekerja bersama energi terbarukan yang fluktuatif seperti angin dan matahari.
Perusahaan sudah memulai pembangunan non-nuklir di lokasi proyek dan menargetkan operasi komersial pada 2030. TerraPower pun menandatangani nota kesepahaman dengan Sabey Data Centers sebagai upaya awal kerja sama pasokan energi nuklir. TerraPower juga mengajukan izin pembangunan reaktor maju komersial yang diharapkan disetujui pada 2026.
Investasi Nvidia dan mitra lainnya memperkuat posisi TerraPower sebagai penyedia solusi energi nuklir yang inovatif, bersih, dan dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan global, khususnya sektor teknologi yang makin intensif menggunakan listrik seperti pusat data AI.

