TLDR
Huawei berusaha mengembangkan teknologi semikonduktor canggih meskipun ada sanksi internasional. Paten terbaru Huawei menunjukkan potensi untuk memproduksi chip 2-nm tanpa bergantung pada alat EUV. Persaingan di industri chip semakin ketat dengan inovasi dari perusahaan seperti Nvidia. Huawei tengah mengupayakan teknologi baru untuk membuat chip dengan proses 2 nanometer menggunakan teknologi Deep Ultraviolet (DUV) yang lebih tua. Ini penting karena teknologi terbaru, Extreme Ultraviolet (EUV), tidak bisa diakses Huawei akibat sanksi dari Amerika Serikat.Perusahaan tersebut mengajukan paten pada tahun 2022 yang menjelaskan teknik khusus untuk merancang struktur logam sangat kecil di chip, dengan jarak antar logam yang kurang dari 21 nanometer. Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk produksi chip yang sangat canggih dan presisi tinggi.Patennya masih dalam proses persetujuan dan sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah teknologi ini sudah digunakan secara nyata. Namun, hal ini memicu perbincangan bahwa Tiongkok mungkin akan membuat kemajuan besar pada teknologi chip meski dibatasi oleh sanksi internasional.Selain itu, ada pendapat dari para ahli di industri bahwa chip dengan proses 14 nm dari Tiongkok mungkin bisa menyaingi performa chip 4 nm dari Nvidia jika dipadukan dengan teknologi memori dan desain arsitektur yang inovatif.Huawei sendiri tidak memberikan komentar resminya terkait paten ini, namun perkembangan ini tetap menjadi tanda bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk tetap kompetitif dan mandiri di bidang teknologi semikonduktor.