AI Dikhawatirkan Perbesar Ketimpangan Global, PBB Minta Tindakan Cepat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
03 Des 2025
210 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kecerdasan buatan dapat memperlebar ketimpangan antara negara maju dan berkembang.
PBB mendesak tindakan konkret untuk mengatasi dampak negatif dari AI.
Risiko lain dari AI termasuk disinformasi, pengangguran, dan serangan siber.
Teknologi kecerdasan buatan atau AI kini menjadi perhatian global karena potensi dampaknya yang sangat besar terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Menurut laporan terbaru dari Program Pengembangan PBB (UNDP), kemajuan AI bisa memperlebar kesenjangan antara negara kaya dan negara miskin, yang selama ini sudah mulai merapat selama 50 tahun terakhir.
Dalam laporan yang berjudul 'The Next Great Divergence', UNDP menegaskan bahwa negara-negara yang mampu mengadopsi dan mengembangkan teknologi AI akan memperoleh keuntungan besar dalam berbagai aspek seperti ekonomi dan kualitas sumber daya manusia. Sebaliknya, negara yang tertinggal akan semakin sulit untuk mengejar ketinggalan ini, sehingga kesenjangan menjadi lebih tajam.
Philip Schellekens, Kepala Ekonom UNDP Asia Pasifik, memperingatkan bahwa ketimpangan ini bisa membawa masalah besar tidak hanya pada ekonomi, tapi juga keamanan global dan migrasi ilegal. Situasi ini bisa memicu ketidakstabilan sosial dan politik yang sangat berbahaya di masa depan jika tidak ada upaya serius untuk mengatasinya.
Selain kekhawatiran soal ketimpangan, AI juga membawa risiko lain yang perlu diwaspadai. Teknologi ini bisa mempercepat penyebaran informasi yang salah atau disinformasi, yang dapat memperparah polarisasi sosial. Selain itu, AI juga berpotensi menggantikan banyak pekerjaan manusia sehingga memicu kenaikan angka pengangguran.
Tidak kalah penting, AI juga memudahkan pelaku kejahatan siber melakukan serangan yang merugikan banyak pihak, termasuk individu, perusahaan, dan negara. Oleh karena itu, PBB mengajak semua pembuat kebijakan di dunia untuk mengambil langkah konkret dan segera membatasi dampak negatif dari kemajuan AI agar manfaat teknologi ini dapat dirasakan secara adil.
Analisis Ahli
Philip Schellekens
AI menandai era baru ketimpangan antarnegara yang berbahaya jika tidak segera ditangani melalui kebijakan dan kerjasama internasional.

