Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Khawatir PHK Massal dan Dampak AI, 71% Warga AS Resah

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
20 Agt 2025
172 dibaca
2 menit
Khawatir PHK Massal dan Dampak AI, 71% Warga AS Resah

Rangkuman 15 Detik

Sebagian besar masyarakat AS khawatir akan dampak AI terhadap pekerjaan.
Survei menunjukkan kekhawatiran signifikan terhadap penggunaan AI dalam konteks militer dan politik.
Kebutuhan tinggi akan energi untuk menjalankan teknologi AI menjadi perhatian bagi masyarakat.
Masyarakat di Amerika Serikat kini merasa cemas dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sangat pesat. Mereka khawatir teknologi ini dapat menimbulkan pengangguran besar-besaran karena banyak pekerjaan bisa digantikan oleh mesin atau program AI. Survei yang dilakukan oleh Reuters dan Ipsos kepada lebih dari 4.400 orang dewasa menunjukkan bahwa sebagian besar responden takut kehilangan pekerjaan secara permanen akibat AI. Ancaman ini makin nyata sejak hadirnya ChatGPT dari OpenAI yang cepat sekali populer di masyarakat. Selain soal pekerjaan, masyarakat juga takut AI dapat membawa dampak buruk di bidang lain, misalnya di dunia politik. Banyak yang resah karena AI bisa membuat video palsu yang tampak nyata dan menyebarkannya luas di internet, sehingga menimbulkan kekacauan informasi. Selain itu, sebagian besar warga menolak kalau teknologi AI digunakan oleh militer karena khawatir bisa berakibat buruk. Ada juga kekhawatiran tentang kebutuhan energi listrik yang sangat besar dari AI, yang bisa menambah beban lingkungan jika tidak diatasi. Secara keseluruhan, AI membawa harapan sekaligus tantangan besar bagi masyarakat, terutama di Amerika Serikat. Masyarakat menuntut agar teknologi ini dikelola dengan bijak supaya dapat memberikan manfaat tanpa mengorbankan pekerjaan manusia dan stabilitas sosial.