Temuan Rambut Harimau Jawa Menunjukkan Kemungkinan Spesies Punah Masih Hidup
Sains
Iklim dan Lingkungan
02 Des 2025
53 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan rambut Harimau Jawa menunjukkan kemungkinan keberadaan spesies yang dianggap punah.
Analisis DNA memberikan bukti kuat bahwa sampel tersebut berasal dari Harimau Jawa.
Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih dalam mengenai keberadaan spesies ini di alam liar.
Harimau Jawa dikenal sebagai spesies yang telah punah sejak dekade 1980-an akibat perburuan dan pengubahan habitat alami mereka menjadi lahan pertanian dan infrastruktur. Penampakan terakhir Harimau Jawa tercatat di Taman Nasional Meru Betiri pada tahun 1976, yang sekaligus menandai hilangnya spesies ini dari Pulau Jawa.
Namun, pada malam hari tanggal 19 Agustus 2019, seorang penduduk desa Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, Jawa Barat, melaporkan melihat hewan mirip Harimau Jawa. Setelah laporan ini, dilakukan pencarian dan ditemukan sehelai rambut yang diduga berasal dari hewan tersebut, yang kemudian diteliti oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hasil analisa DNA terhadap rambut tersebut menunjukkan kemiripan tinggi dengan spesimen Harimau Jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense dari tahun 1930. Selain itu, ditemukan pula bekas cakaran yang menyerupai cakaran harimau di lokasi yang sama, memperkuat kemungkinan keberadaan spesies ini di lingkungan tersebut.
Analisis genetika memperlihatkan bahwa sampel rambut tersebut memiliki kemiripan yang cukup tinggi dengan Harimau Sumatera dan Harimau Benggala, namun tetap membentuk kelompok tersendiri dalam pohon filogenetik, yang mengindikasikan uniknya spesies Harimau Jawa. Oleh karena itu, peneliti menyarankan perlunya studi genetik dan pengamatan lapangan lebih lanjut untuk memastikan status nyata Harimau Jawa saat ini.
Harimau Jawa adalah hewan endemik yang dulunya hidup di hutan dataran rendah dan semak belukar di Pulau Jawa, tetapi habitatnya banyak berubah akibat aktivitas manusia. Penemuan ini sangat penting untuk upaya konservasi dan perlindungan satwa, serta membuka harapan baru bagi kelangsungan spesies yang sempat dianggap punah ini.
Analisis Ahli
Wirdateti
Penemuan genetika rambut ini mengindikasikan bahwa Harimau Jawa mungkin masih tersisa dalam populasi kecil di habitat aslinya, namun dibutuhkan studi lanjutan untuk verifikasi.

