TLDR
Selalu verifikasi keaslian situs web sebelum berbelanja online. Hindari mengklik tautan atau lampiran dalam email yang mencurigakan. Waspadai tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama selama musim liburan. Musim belanja liburan tahun ini menjadi rekor bagi para pembeli dan juga para penjahat dunia maya. FBI mengingatkan bahwa sejak awal tahun sudah ada sekitar 262 juta dolar yang dicuri oleh pelaku kejahatan siber melalui serangan phishing dan penipuan online yang semakin berkembang dan memanfaatkan teknologi AI.Mayoritas serangan phishing ini menargetkan pengguna email paling populer seperti Gmail dan Outlook. Pelaku kejahatan berharap dengan fokus pada platform besar akan mendapatkan akses ke lebih banyak akun sekaligus. Pengguna harus sangat berhati-hati dan jangan lengah saat menerima email, terutama yang berisi tautan dan lampiran.Salah satu trik terbaru adalah membuat situs belanja palsu yang sangat mirip dengan situs asli sehingga sulit dibedakan oleh konsumen. FBI menyarankan agar saat menemukan penawaran yang menarik, jangan pernah membeli lewat tautan email. Lebih baik ketik alamat situs secara langsung di browser untuk menghindari jebakan.Lampiran PDF dalam email juga sangat berbahaya karena menjadi jenis file paling umum yang digunakan pelaku untuk membagikan malware. Oleh karena itu, jangan buka lampiran yang tidak kamu harapkan atau dari pengirim yang tidak bisa dipastikan keasliannya, terutama saat musim belanja online.Secara keseluruhan, kunci utama untuk tetap aman adalah waspada dan skeptis terhadap penawaran yang terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jangan mudah tergoda dan selalu lakukan pengecekan secara langsung supaya data pribadi dan keuanganmu tetap terlindungi dari para penjahat siber.