Waspada! Serangan Phishing Berbasis AI Memuncak Saat Black Friday 2024
Teknologi
Keamanan Siber
29 Nov 2025
21 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan phishing meningkat secara signifikan selama periode belanja online, terutama pada Black Friday.
Konsumen harus proaktif dalam meningkatkan keamanan akun mereka, seperti menggunakan passkey.
AI semakin digunakan oleh penjahat siber untuk menciptakan serangan yang lebih meyakinkan dan sulit dikenali.
Musim belanja Black Friday 2024 menjadi ajang utama bagi para penjahat siber untuk melakukan serangan phishing yang menargetkan jutaan pelanggan Amazon dan merek besar lainnya. Darktrace melaporkan Amazon menjadi merek yang paling banyak dipalsukan, mencapai 80% dari total serangan phishing yang terjadi. Penipuan ini memanfaatkan perasaan senang saat melacak kiriman dan urgensi saat berbelanja untuk mengecoh korbannya.
Serangan phishing di bulan November sudah mengalami peningkatan hingga 620% dan diperkirakan bertambah 20 hingga 30% lebih oleh akhir bulan, menurut laporan. Tidak hanya Amazon, merek seperti Walmart, Costco, Apple, AT&T, dan Verizon juga menjadi target utama serangan ini. Cybercriminal menggunakan AI untuk menciptakan materi dengan tata bahasa sempurna dan tampilan profesional yang membuat tanda-tanda phishing lama tidak berlaku lagi.
Pesan palsu yang umum digunakan adalah notifikasi mendesak tentang akun yang disuspend atau tagihan tidak dapat diproses, yang langsung mengarahkan korban untuk memasukkan data pribadi melalui link berbahaya. Amazon sendiri mendorong penggunaan passkey, metode login tanpa kata sandi, agar keamanan akun lebih terjamin dan mengurangi risiko pencurian kredensial.
Para ahli keamanan seperti Nick France dan Anne Cutler menekankan bahwa keamanan digital adalah tanggung jawab bersama antara konsumen dan perusahaan. Konsumen harus tetap waspada, mengadopsi langkah pengamanan canggih, dan tidak mudah tergiur akan pesan yang menimbulkan tekanan atau keterdesakan untuk bertindak cepat. Sementara perusahaan harus terus meningkatkan proteksi sistem agar tetap terpercaya.
Dengan prediksi serangan yang semakin canggih dan meluas terutama yang didukung AI, penting untuk memiliki mindset protektif saat berbelanja online. Distraction dan urgensi adalah jebakan utama yang sering dimanfaatkan para penjahat siber. Dengan langkah pencegahan yang tepat, musim belanja dapat berubah menjadi pengalaman aman dan menyenangkan tanpa harus menjadi korban penipuan.
Analisis Ahli
Will Glazier
Penjahat memanfaatkan kerentanan psikologis kita, seperti kegembiraan melacak pesanan saat liburan, sama kuatnya dengan teknik hacking pada perangkat lunak.Nick France
Keamanan adalah tanggung jawab bersama antara konsumen yang waspada dan bisnis yang menjaga sistemnya agar tercipta kepercayaan dalam berbelanja online.Anne Cutler
Dengan mindset berfokus pada identitas dan langkah proaktif, konsumen dapat menghindari menjadi korban penipuan walau ancaman makin canggih.
