Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pembajakan Film Di Telegram Rugikan Industri Perfilman Indonesia Rp 25 T

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
30 Nov 2025
1114 dibaca
2 menit
Pembajakan Film Di Telegram Rugikan Industri Perfilman Indonesia Rp 25 T

TLDR

Pembajakan film di Indonesia melalui platform seperti Telegram berdampak besar pada industri perfilman.
Kerugian yang ditimbulkan oleh pembajakan bisa mencapai Rp 25 triliun, mempengaruhi pendapatan kreator.
Upaya penanganan pembajakan konten masih terkesan lamban, sehingga tindakan lebih tegas diperlukan.
Pembajakan film Indonesia yang dilakukan di platform media sosial Telegram semakin mengkhawatirkan industri perfilman tanah air. Hermawan Sutanto, Ketua Umum Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI), menyatakan bahwa kerugian akibat pembajakan film nasional mencapai Rp 25 triliun dari tahun 2017 hingga 2025.Menurut Hermawan, setiap kali ada satu orang yang menonton film Indonesia secara legal di layanan streaming resmi, ada sekitar 2,3 kali lebih banyak orang yang menikmati versi bajakan. Kondisi ini menunjukkan betapa besar dampak negatif dari pembajakan terhadap industri perfilman di tanah air.Telegram menjadi platform utama yang digunakan para pembajak untuk membagikan tautan streaming ilegal secara gratis. Keberadaan link-link ini sangat merugikan para pembuat film karena hasil jerih payah mereka tidak mendapatkan pendapatan yang seharusnya.Pembajakan film di Telegram tidak hanya membuat kreator kehilangan pendapatan, tetapi juga mengancam masa depan industri kreatif Indonesia. Industri perfilman berpotensi terhambat perkembangan dan inovasinya jika praktek pembajakan ini terus berlanjut tanpa penindakan yang efektif.Meskipun banyak pihak telah menyuarakan keresahan terkait pembajakan tersebut, penindakan terhadap kasus ini masih dianggap lamban. Akibatnya, para pembajak merasa lebih leluasa menyebarkan konten ilegal mereka, yang merugikan pemilik hak cipta, kreator, dan konsumen yang ingin menikmati konten secara legal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.