Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Indonesia Jadi Pasar Terbesar Streaming Video, Hadapi Tantangan Pembajakan Konten

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
17 Jun 2025
1092 dibaca
2 menit
Indonesia Jadi Pasar Terbesar Streaming Video, Hadapi Tantangan Pembajakan Konten

TLDR

Pertumbuhan layanan SVOD di Indonesia sangat signifikan dan diprediksi akan terus meningkat.
Isu pembajakan dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi tantangan utama bagi industri kreatif.
Kolaborasi antara pemerintah dan industri diperlukan untuk memperkuat perlindungan terhadap kekayaan intelektual.
Indonesia kini menjadi pasar terbesar untuk layanan streaming video berbayar atau subscription video on demand (SVOD) di Asia Tenggara. Pada tahun 2024, pendapatan dari layanan ini mencapai sekitar US$552 juta atau Rp9 triliun karena semakin banyak orang Indonesia yang mengakses konten digital melalui platform seperti Netflix, Disney+, dan Vidio.Penetrasi pengguna layanan streaming diperkirakan mencapai 8,4% pada tahun 2025 dan diprediksi terus meningkat hingga 10% pada tahun 2030. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin tertarik pada hiburan digital premium yang dapat diakses secara mudah dan nyaman secara online.Namun, di balik perkembangan positif ini, tantangan utama yang dihadapi adalah masalah pembajakan konten dan perlindungan hak kekayaan intelektual. Kasus film lokal 'Jumbo' yang bocor ke platform ilegal dan dijual dengan harga tinggi sebelum pemutaran resmi menjadi contoh nyata risiko pembajakan yang merugikan industri kreatif.Pemerintah melalui koordinasi Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Komunikasi dan Digital segera menutup platform ilegal tersebut untuk melindungi karya dan privasi kekayaan intelektual. Tindakan cepat ini berhasil menjaga performa film 'Jumbo' dengan lebih dari 10 juta penonton selama masa tayang 60 hari di bioskop.Selain menangani kasus pembajakan, pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan platform OTT lokal dan asosiasi industri untuk membangun sistem perlindungan IP yang lebih baik. Kementerian Ekonomi Kreatif berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan industri dengan regulasi lintas kementerian demi kemajuan ekonomi kreatif digital Indonesia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.