Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Observasi Langka Ungkap Bentuk Asimetris Ledakan Supernova SN 2024ggi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
30 Nov 2025
204 dibaca
2 menit
Observasi Langka Ungkap Bentuk Asimetris Ledakan Supernova SN 2024ggi

Rangkuman 15 Detik

Pengamatan awal supernova SN 2024ggi memberikan wawasan baru tentang kematian bintang masif.
Bentuk ledakan supernova tidak selalu bulat sempurna, yang menunjukkan kompleksitas dalam prosesnya.
Data yang diperoleh dari VLT membantu menilai dan menyempurnakan model supernova yang ada.
Pada 10 April 2024, sistem ATLAS mendeteksi cahaya pertama dari ledakan sebuah bintang masif di galaksi NGC 3621 yang berjarak 22 juta tahun cahaya. Ledakan ini termasuk jenis supernova dan berasal dari bintang yang massanya sekitar 12 hingga 15 kali massa matahari kita. Hanya 26 jam setelah ledakan, para astronom menggunakan Very Large Telescope (VLT) di Chile untuk melihat fenomena ini secara langsung. Kesempatan ini sangat langka karena mengamati tanda awal supernova biasanya sulit dan cepat hilang dalam sehari. Dengan menggunakan teknik spektropolarmetri, para ilmuwan mampu mengamati bentuk gelombang kejut awal yang tidak bulat sempurna, melainkan lebih memanjang seperti buah zaitun. Ini menandakan ledakan supernova memiliki bentuk yang asimetris dan terarah. Pada hari ke-10 setelah ledakan, lapisan luar bintang yang kaya hidrogen mulai terlihat dan menunjukkan pola yang sama dengan bentuk gelombang awal tadi. Ini berarti bentuk awal ledakan sangat stabil dan tetap pada orientasi yang sama sejak awal ledakan supernova. Penemuan ini membantu mengesampingkan beberapa model ledakan supernova lama dan mendukung teori baru yang menunjukkan adanya mekanisme inti bintang yang mengatur arah gelombang kejut. Studi ini dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 12 November 2024.

Analisis Ahli

Dr. Maria Bergemann
Pengukuran spektropolarmetri awal ini adalah lompatan besar dalam astrophysics karena memberikan bukti langsung dari evolusi ledakan supernova sejak detik pertama.
Prof. Adam Riess
Penelitian ini memberikan konfirmasi bahwa bentuk ledakan supernova sangat kompleks dan tidak selalu simetris, yang membantu memperjelas proses inti bintang ketika meninggal.