Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ledakan Cahaya Terang dari Lubang Hitam Saat 'Memakan' Bintang Masif

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
NatureMagazine NatureMagazine
04 Nov 2025
122 dibaca
2 menit
Ledakan Cahaya Terang dari Lubang Hitam Saat 'Memakan' Bintang Masif

Rangkuman 15 Detik

Lubang hitam dapat menghasilkan cahaya yang sangat terang saat mengkonsumsi bintang besar.
Penelitian ini menunjukkan bahwa flare dari lubang hitam dapat bertahan selama bertahun-tahun.
Observatorium dan teknologi canggih penting dalam penelitian astronomi untuk memahami fenomena luar angkasa.
Pada tahun 2018, astronom menemukan sebuah objek yang menunjukkan peningkatan kecerahan yang signifikan, namun awalnya dianggap biasa saja. Setelah pengamatan lebih lanjut menggunakan teleskop Hale di Observatorium Palomar, cahaya yang dipancarkan tidak tampak begitu luar biasa pada waktu itu. Namun, pada tahun 2023, para peneliti kembali mengamati objek tersebut dan menemukan bahwa kecerahannya tetap tinggi bahkan setelah lima tahun berlalu. Pengamatan lebih lanjut dengan teleskop Keck di Hawaii mengindikasikan bahwa objek itu berada sekitar 10 miliar tahun cahaya dari Bumi, yang berarti cahaya yang terlihat sangat tajam dan terang. Analisis menunjukkan bahwa ledakan cahaya tersebut berasal dari lubang hitam yang secara perlahan menelan sebuah bintang yang massanya setidaknya 30 kali lebih besar dari Matahari. Fenomena ini menghasilkan kilauan cahaya yang 30 kali lebih terang dibandingkan ledakan cahaya lubang hitam terdahulu yang pernah terdeteksi. Tim peneliti meneliti beberapa kemungkinan penyebab ledakan cahaya tersebut, termasuk supernova di sekitar lubang hitam atau efek distorsi cahaya akibat gravitasi yang luar biasa, namun teori-teori ini tidak sesuai dengan data yang ada. Penemuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana lubang hitam dapat mengkonsumsi materi dan menghasilkan ledakan energi besar yang bertahan lama, memberi informasi penting bagi pengembangan studi astronomi dan fisika ruang angkasa di masa depan.

Analisis Ahli

Matthew Graham
Penemuan superflare ini menunjukkan bahwa aktivitas lubang hitam jauh lebih dinamis dan lebih bertenaga dibandingkan yang selama ini diperkirakan.