TLDR
Sembilan negara berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon hitam di COP30. Karbon hitam dan polutan super lainnya dapat mempercepat pengurangan suhu global. Kolaborasi internasional penting untuk mengatasi polusi udara dan dampaknya terhadap kesehatan. Pada COP30, sembilan negara dari berbagai benua membuat komitmen penting untuk mengatasi emisi black carbon, polutan super yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global dan masalah kesehatan. Negara-negara ini berencana mengadopsi kebijakan nasional dan bekerja sama di berbagai sektor seperti listrik, transportasi, dan minyak dan gas untuk mengurangi polusi tersebut.Kanada meluncurkan strategi khusus yang fokus pada persaingan iklim dan pengurangan black carbon di sektor utama. Sementara itu, Cile menetapkan target pengurangan sebesar 25% pada 2030 dengan tindakan tambahan pada energi rumah tangga dan kendaraan. Colombia menyoroti pentingnya pengukuran dan pelaporan emisi black carbon dalam laporan transparansi nasionalnya.Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa black carbon, metana, dan ozon troposfer merupakan polutan yang memicu setengah dari pemanasan global meskipun dana pembangunan yang dialokasikan untuk mengatasi mereka sangat sedikit, kurang dari 0,5%. Hal ini menunjukkan perlunya fokus yang lebih besar pada polutan super ini dalam kebijakan iklim global.Tom Grylls dari Clean Air Fund menyebutkan bahwa komitmen ini membawa black carbon kembali ke panggung global dan menjadi pelengkap penting bagi upaya pengurangan karbon dioksida. Selain itu, perhatian kini tertuju pada pembicaraan di International Maritime Organization yang membahas langkah mengurangi emisi black carbon dari kapal di wilayah Arktik.Para pejabat dan delegasi dari negara-negara yang terlibat yakin bahwa pengurangan black carbon dapat memberikan manfaat ganda, yakni memperlambat pemanasan global sekaligus meningkatkan kualitas udara dan kesehatan manusia. Ini menjadi kombinasi strategis yang sering terabaikan dalam agenda perubahan iklim selama ini.