Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NASA Temukan Sinyal Misterius yang Bisa Jadi Materi Gelap Pertama Kali

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
LiveScience LiveScience
28 Nov 2025
104 dibaca
2 menit
NASA Temukan Sinyal Misterius yang Bisa Jadi Materi Gelap Pertama Kali

Rangkuman 15 Detik

Penemuan emisi gamma di pusat Galaksi Bima Sakti dapat menjadi langkah awal dalam memahami materi gelap.
Kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut dan konfirmasi independen menekankan kompleksitas studi tentang materi gelap.
WIMP sebagai kandidat untuk materi gelap terus menjadi fokus penelitian fisika partikel dan astronomi.
Materi gelap adalah zat misterius yang tidak bisa kita lihat langsung, tapi diyakini menjadi bagian terbesar dari materi di alam semesta. Selama ini, para ilmuwan hanya bisa mendeteksi keberadaannya lewat efek gravitasinya pada benda-benda langit lain seperti galaksi. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh profesor Tomonori Totani dari Universitas Tokyo menggunakan data dari teleskop luar angkasa NASA, Fermi Gamma-ray Space Telescope, mendeteksi sinar gamma yang aneh di pusat galaksi Bima Sakti dan mungkin berasal dari materi gelap. Studi tersebut berfokus pada partikel teoritis bernama WIMP atau weakly interacting massive particle, yang dipercaya sebagai salah satu kandidat utama materi gelap. WIMP ini sangat jarang berinteraksi dengan materi biasa, tetapi jika dua WIMP bertabrakan, mereka akan saling menghancurkan dan menghasilkan sinar gamma yang kuat. Data selama 15 tahun dari teleskop Fermi menunjukkan adanya sinar gamma dengan energi 20 gigaelektron volt di wilayah pusat galaksi, yang pas dengan prediksi dari tabrakan WIMP. Meskipun hasil ini menarik, penting untuk menyadari bahwa sinyal sinar gamma tersebut hanya muncul setelah para ilmuwan menghapus sinyal latar belakang dari sumber lain seperti bintang berputar cepat atau gelembung Fermi yang sangat besar dan juga berasal dari galaksi kita. Proses penghapusan latar ini sangat kompleks dan jika salah dilakukan, bisa menghasilkan sinyal palsu. Ahli fisika Sean Tulin menekankan bahwa model penentuan latar belakang dan asumsi tentang partikel materi gelap itu sendiri sangat menentukan hasil penelitian. Para ilmuwan setuju bahwa untuk memastikan apakah sinyal ini benar-benar berasal dari materi gelap, perlu ada konfirmasi dari pengamatan independen, baik dari pusat galaksi kita maupun objek atau daerah lain yang sama-sama memiliki materi gelap. Sejarah penelitian materi gelap menunjukkan bahwa telah ada beberapa klaim sebelumnya yang masih diperdebatkan, seperti galactic center excess yang ditemukan pada 2009 dengan data Fermi dan hingga kini belum ada kesepakatan pasti. Jika memang benar sinyal ini merupakan jejak materi gelap, penemuan ini bukan hanya sangat penting untuk bidang astronomi, tapi juga fisika partikel. Temuan ini bisa membuka jalan bagi pengujian materi gelap lewat eksperimen lain, seperti laboratorium bawah tanah maupun akselerator partikel. Namun, penemuan ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut sebelum bisa dianggap sebagai bukti definitif materi gelap.

Analisis Ahli

Sean Tulin
Sinyal ini menarik dan model WIMP yang digunakan cukup masuk akal, tetapi hasilnya sangat tergantung pada cara penghapusan latar belakang dan asumsi tentang sifat partikel materi gelap, sehingga verifikasi lebih lanjut sangat diperlukan.
Tomonori Totani
Jika hasil ini benar, ini adalah kali pertama umat manusia berhasil 'melihat' materi gelap secara langsung, namun kami mengimbau agar hasil ini direspons sebagai awal proses verifikasi ilmiah, bukan kesimpulan final.