AI summary
Space Force memulai pengembangan interceptor berbasis ruang angkasa untuk melindungi Amerika Serikat. Inisiatif Golden Dome bertujuan untuk menciptakan sistem pertahanan rudal multi-lapisan yang canggih. Tantangan besar dalam intersepsi fase dorong meliputi jumlah satelit yang dibutuhkan dan posisi orbit yang tepat. US Space Force telah memulai kontrak prototipe untuk interceptor rudal yang beroperasi di luar angkasa, sebagai bagian dari inisiatif besar Pentagon bernama Golden Dome. Sistem ini bertujuan untuk menghancurkan misil musuh dalam tahap awal peluncuran, yang dikenal sebagai boost-phase, ketika roket masih panas dan mudah dilacak. Dengan sistem ini, Amerika Serikat ingin meningkatkan kemampuan pertahanan dalam menghadapi ancaman misil balistik.Kontrak-kontrak tersebut diberikan menggunakan Other Transaction Agreements (OTA), sebuah mekanisme kontrak yang memungkinkan pengembangan teknologi baru lebih cepat dan fleksibel. Meskipun rincian jumlah kontrak dan nilai kontrak tidak diumumkan, langkah ini menunjukkan keseriusan Space Force dalam menjalankan proyek Golden Dome yang terbilang ambisius.Golden Dome sendiri merupakan sistem pertahanan dengan beberapa lapisan yang menggabungkan sensor di luar angkasa, sistem komando yang lebih cepat, serta interceptor yang dapat ditempatkan di orbit maupun di darat. Interceptor akan bermanuver di luar angkasa untuk secara fisik menyerang rudal musuh yang sedang terbang, terutama pada fase awal peluncurannya.Selain interceptor untuk boost-phase, Pentagon juga sedang mempersiapkan prototipe interceptor untuk fase midcourse, yaitu tahap ketika rudal sudah jauh dari peluncurannya. Interceptor midcourse akan membutuhkan sensor yang lebih canggih untuk membedakan hulu ledak asli dari umpan palsu, yang menambah tingkat kompleksitas sistem. Proses pengadaan untuk interceptor midcourse direncanakan dimulai awal tahun 2026.Namun, pendekatan boost-phase sangat kontroversial karena diperlukan hampir seribu satelit interceptor untuk bisa menjamin keberhasilan satu intersepsi. Jika ingin menghentikan sepuluh misil, selain biaya yang tinggi, jumlah satelit yang dibutuhkan bisa mencapai ribuan. Untuk itu, Pentagon harus membuat keputusan arsitektur lebih jelas dan matang sebelum mengimplementasikan sistem lengkap Golden Dome.
Proyek Golden Dome sangat ambisius dan memajukan batas teknologi pertahanan ruang angkasa, tapi realistisnya, kendala seperti jumlah satelit dan waktu reaksi singkat akan sulit diatasi tanpa inovasi signifikan. Jika tidak dipersiapkan matang, program ini bisa menjadi sangat mahal dan kurang efektif, sehingga perlu pendekatan bertahap dan integrasi dengan teknologi pertahanan lain.