Golden Dome: Sistem Pertahanan Rudal Lapis Luar Angkasa untuk Amerika
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
25 Jul 2025
245 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Golden Dome merupakan inisiatif penting untuk melindungi Amerika dari serangan misil.
Kolaborasi antara perusahaan pertahanan seperti Lockheed Martin dan Northrop Grumman sangat penting untuk keberhasilan program ini.
Tantangan dalam mengubah budaya organisasi militer dapat mempengaruhi pengembangan kemampuan pertahanan baru.
Amerika Serikat sedang mengembangkan sistem pertahanan misil bernama Golden Dome yang akan menggunakan teknologi interceptor di luar angkasa. Sistem ini dirancang untuk melindungi tanah air dari berbagai ancaman misil termasuk balistik, hipersonik, dan serangan canggih lainnya.
Northrop Grumman dan Lockheed Martin adalah dua perusahaan utama yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini. Golden Dome akan membentuk pertahanan berlapis yang memadukan teknologi yang sudah ada dan teknologi baru yang sedang dikembangkan.
Golden Dome awalnya dikenal sebagai Iron Dome, namun nama tersebut diubah untuk mencerminkan tujuan yang lebih luas. Program ini kini dikelola oleh sebuah kantor yang langsung melapor kepada Wakil Menteri Pertahanan AS, menandakan prioritas tinggi dari proyek ini.
General Michael Guetlein, yang memimpin program ini, menekankan bahwa teknologi sudah tersedia tetapi diperlukan perubahan budaya dalam militer dan industri agar Golden Dome dapat diwujudkan. Program ini juga mengandalkan kerja sama lintas sektor dari industri, akademisi, dan lembaga pemerintah.
Golden Dome ditargetkan untuk mulai beroperasi pada tahun 2028 dan merupakan bagian dari visi Presiden Trump untuk meningkatkan pertahanan nasional dengan sistem yang dapat mendeteksi, menghitung lintasan, dan menghancurkan ancaman sebelum mencapai tanah air Amerika.
Analisis Ahli
James Gosler (Ahli keamanan nasional)
Golden Dome bisa menjadi game-changer dalam pertahanan udara dan ruang angkasa Amerika, tapi koordinasi antara berbagai lembaga pemerintah dan industri menjadi faktor kunci keberhasilan.Lisa Porter (Eks pakar teknologi pertahanan)
Integrasi teknologi ruang angkasa dengan sistem interceptor berbasis darat menunjukkan bahwa masa depan pertahanan bukan hanya soal misil konvensional, tetapi juga penguasaan domain luar angkasa.
