Tantangan dan Peluang Startup dalam Kontrak Pertahanan Missile Golden Dome Senilai 151 Miliar
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
29 Jul 2025
145 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Golden Dome adalah proyek ambisius untuk mengembangkan sistem pertahanan yang komprehensif.
Startup perlu berkolaborasi dengan kontraktor pertahanan besar untuk bersaing dalam mendapatkan kontrak.
Struktur kontrak yang rumit dapat menghambat inovasi dari perusahaan non-tradisional dalam industri pertahanan.
Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program Golden Dome untuk membangun sistem pertahanan misil canggih guna melindungi negara dari berbagai ancaman. Program ini dilaksanakan dengan kontrak besar senilai 151 miliar dolar AS yang akan berlangsung selama 10 tahun ke depan.
Meskipun banyak startup memiliki teknologi inovatif, mereka menghadapi kendala berat seperti peraturan ketat, kebutuhan keamanan tinggi, dan proses birokrasi yang mahal dan rumit. Ini membuat peluang mereka untuk langsung memenangkan kontrak utama menjadi sangat kecil.
Karena itulah, banyak startup harus bekerja sama dengan perusahaan pertahanan besar seperti Lockheed Martin atau Northrop Grumman sebagai subkontraktor. Ini menjadi satu-satunya jalan agar mereka tetap bisa berkontribusi dalam proyek ini.
Beberapa perusahaan startup besar seperti SpaceX dan Anduril yang sudah memenuhi persyaratan keamanan dan kepatuhan diberi peluang lebih besar untuk menjadi kontraktor utama. Sementara itu, banyak investor mulai melirik program ini sebagai peluang, meskipun belum sepenuhnya memahami mekanisme pemerintahan dalam proyek pertahanan.
Ada kritik dari pakar bahwa kontrak Golden Dome menggunakan peraturan yang kaku dan kurang fleksibel (FAR dan CICA), sehingga menyulitkan inovasi. Sebagai alternatif, mereka menyarankan mekanisme kontrak yang lebih dinamis seperti OTA agar lebih banyak teknologi baru bisa masuk ke dalam sistem pertahanan Amerika.
Analisis Ahli
William Greenwalt
Kontrak berdasarkan FAR dan CICA sangat tidak mendukung perusahaan non-tradisional, sehingga lebih baik menggunakan Other Transaction Authority (OTA) untuk mendorong inovasi dan akses yang lebih mudah bagi startup.

