Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Dorong Sistem Pertahanan Misil 'Golden Dome' Berbasis Luar Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
Wired Wired
04 Jun 2025
232 dibaca
2 menit
Trump Dorong Sistem Pertahanan Misil 'Golden Dome' Berbasis Luar Angkasa

Rangkuman 15 Detik

Proyek Golden Dome berpotensi mengubah cara AS menghadapi ancaman misil.
Banyak perusahaan bersaing untuk berkontribusi dalam proyek ini, tetapi ada ketidakpastian tentang biaya dan teknis.
Ada kekhawatiran bahwa sistem pertahanan ini dapat memicu perlombaan senjata dengan negara lain.
Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk membangun sistem pertahanan misil baru bernama Golden Dome yang sebagian besar beroperasi dari luar angkasa. Tujuan proyek ini adalah menghadapi ancaman misil balistik dan hipersonik yang kini semakin canggih dan sulit dilawan. Proyek ini mengumpulkan perhatian banyak perusahaan pertahanan dan melibatkan berbagai cabang militer AS. Golden Dome direncanakan untuk operasional pada akhir masa jabatan Trump tahun 2029 dengan anggaran awal sekitar 175 miliar dolar. Meski teknologi dasar sudah ada, proyek ini menghadapi tantangan besar dalam hal skala dan integrasi dengan sistem yang ada. Berbagai lembaga dan perusahaan seperti SpaceX, Palantir, dan Anduril berkompetisi untuk terlibat dalam proyek ini. Sistem pertahanan misil saat ini mengandalkan radar dan interceptor darat serta laut, yang dinilai tidak cukup efektif menghadapi ancaman dari negara-negara seperti China, Rusia, dan Iran. Sistem berbasis luar angkasa, seperti Golden Dome, menawarkan respons yang lebih cepat karena interceptor bisa langsung menghantam misil tanpa menempuh jarak jauh, tapi biaya dan risiko kerusakan satelit menjadi kendala besar. Para ahli mempertanyakan kelayakan sistem Golden Dome karena biaya yang diperkirakan mencapai triliunan dolar serta kerentanannya terhadap serangan anti-satelit. Selain itu, sistem ini juga berpotensi memicu perlombaan senjata baru karena negara advesarial akan merasa terancam dan mungkin meningkatkan senjata ofensif mereka. Meskipun banyak kendala, pemerintah AS melalui berbagai badan pertahanan terus mendalami rencana dan teknologi yang bisa diterapkan. Diskusi dan negosiasi dengan berbagai perusahaan pertahanan masih berlangsung seiring usaha mencari solusi terbaik untuk membangun sistem pertahanan yang lebih kuat dan mampu melindungi Amerika Serikat di masa depan.