Mengatasi Ledakan Peringatan Keamanan Siber dengan Perpaduan AI dan Manusia
Teknologi
Keamanan Siber
25 Nov 2025
155 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Alat keamanan berbasis AI dapat mengidentifikasi kerentanan dengan cepat, tetapi sering kali menghasilkan terlalu banyak peringatan yang tidak dapat ditindaklanjuti.
Tim keamanan harus fokus pada menentukan prioritas kerentanan yang benar-benar perlu diperbaiki, bukan hanya menemukan lebih banyak kerentanan.
Keseimbangan antara otomatisasi dan keahlian manusia sangat penting untuk memperkuat keamanan siber dan mengurangi kelelahan peringatan.
Di dunia keamanan siber saat ini, alat bertenaga AI sangat membantu menemukan banyak kerentanan dengan cepat dan dalam jumlah besar. Namun, masalah muncul saat alat ini mengirimkan terlalu banyak peringatan tanpa konteks sehingga membuat tim keamanan bingung dan kewalahan.
Laporan Cobalt State of Pentest Report 2025 menunjukkan bahwa rata-rata organisasi hanya memperbaiki kurang dari setengah kerentanan yang terdeteksi. Ini karena keterbatasan kapasitas tim keamanan dan sulitnya menjangkau serta menyelesaikan semua masalah yang ada.
Kelelahan akibat terlalu banyak peringatan membuat tim sulit menentukan kerentanan mana yang benar-benar berbahaya dan harus segera ditangani. Hal ini semakin memperbesar risiko celah keamanan yang terlewatkan dan menurunkan kepercayaan terhadap sistem keamanan.
Di sini peran manusia sangat penting karena keahlian mereka mampu memberikan konteks, memvalidasi dan memprioritaskan kerentanan tersebut. Para pentester yang berpengalaman dapat menilai mana masalah yang mungkin dimanfaatkan penyerang dan merekomendasikan langkah perbaikan yang tepat sesuai kondisi perusahaan.
Kesimpulannya, solusi terbaik adalah menggabungkan kecepatan dan skala AI dengan wawasan dan intuisi manusia. Hanya dengan cara ini organisasi bisa fokus memperbaiki kerentanan yang paling kritis sehingga menjaga keamanan sistem tetap optimal.
Analisis Ahli
Gunter Ollmann
AI efektif dalam menemukan celah, namun tanpa keahlian manusia, banyak hasilnya menjadi informasi yang tidak berguna dan membingungkan sehingga keamanan nyata sulit dicapai.

