Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bagaimana Gaya Geser dalam Magma Memicu Letusan Gunung Berapi

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
25 Nov 2025
53 dibaca
2 menit
Bagaimana Gaya Geser dalam Magma Memicu Letusan Gunung Berapi

AI summary

Gelembung gas dalam magma dapat terbentuk karena gaya geser, bukan hanya karena penurunan tekanan.
Gunung St. Helens menunjukkan bagaimana magma kaya gas dapat mengalir perlahan sebelum meletus.
Model vulkanologi perlu diperbarui untuk memasukkan faktor gaya geser dalam prediksi bahaya letusan.
Ilmuwan menemukan bahwa gelembung gas dalam magma tidak hanya terbentuk akibat penurunan tekanan saat magma naik ke permukaan, namun juga bisa muncul karena gaya geser yang terjadi saat magma bergerak. Hal ini mirip seperti botol sampanye yang meletus ketika tutupnya dibuka dan karbon dioksida keluar dalam bentuk gelembung.Untuk membuktikan hal ini, para peneliti dari ETH Zürich dan tim internasional melakukan eksperimen dengan menggunakan polimer kental yang menyerupai sifat fisik magma, diisi dengan karbon dioksida. Ketika polimer tersebut digerakkan, gelembung gas secara utama terbentuk di pinggir jalur karena gesekan dan gaya geser yang kuat.Penemuan ini menjelaskan mengapa magma yang tampaknya rendah gas bisa bereaksi eksplosif ketika gelembung gas terbentuk akibat gaya geser. Sebaliknya, magma yang kaya akan gas bisa mengalir dengan tenang karena gelembung-gelembung ini bergabung dan membentuk saluran yang membantu pelepasan gas.Model baru ini juga mampu menjelaskan letusan Gunung St. Helens tahun 1980, yang dimulai dengan aliran lava lambat dan pelepasan gas secara bertahap karena tekanan masih terkungkung. Letusan eksplosif baru terjadi saat ada longsoran yang membuka ventilasi dan menurunkan tekanan secara cepat.Pemahaman terbaru ini sangat penting untuk pengembangan model prediksi letusan gunung berapi yang lebih akurat. Dengan memasukkan efek gaya geser di dalam conduit magma, para ahli dapat meramalkan beragam gaya letusan dan mempersiapkan peringatan bencana yang lebih efektif.

Experts Analysis

Olivier Bachmann
Gaya geser dalam magma cukup kuat untuk memicu pembentukan gelembung gas tanpa menunggu penurunan tekanan; hal ini mengubah paradigma lama tentang letusan gunung berapi.
Editorial Note
Penemuan ini merevolusi pemahaman kita tentang proses fisika di dalam magma yang selama ini dianggap sederhana. Memasukkan faktor gaya geser ke dalam model vulkanologi adalah langkah penting untuk prediksi letusan yang lebih realistis dan menyeluruh.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.