Gunung Api Bawah Laut Axial Seamount di Oregon Siap Meletus Kapan Saja
Sains
Iklim dan Lingkungan
09 Mei 2025
143 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Aktivitas seismik di Axial Seamount menunjukkan potensi letusan dalam waktu dekat.
Hidup di lingkungan ekstrem di bawah laut dapat pulih dengan cepat setelah letusan gunung berapi.
Observatorium akan menyiarkan langsung letusan berikutnya untuk penelitian lebih lanjut.
Axial Seamount adalah gunung berapi yang terletak hampir satu0.00 km (mil) di bawah permukaan laut lepas pantai Oregon, Amerika Serikat. Gunung ini aktif dan menunjukkan tanda-tanda meningkatnya aktivitas magma di bawah permukaan yang menyebabkan tanah mengembang dan gempa kecil yang semakin sering terjadi.
Letusan bawah laut ini tidak seperti gunung berapi darat yang mengeluarkan abu dan asap; aktivitasnya lebih tenang meski tetap berbahaya dengan potensi ribuan gempa bumi kecil yang terjadi saat magma mengalir di bawah laut. Para peneliti dari National Science Foundation dan University of Washington terus memantau fenomena ini dengan teknologi canggih.
Hingga saat ini, ada sekitar beberapa ratus gempa setiap hari sebagai pertanda bahwa letusan bisa terjadi kapan saja antara akhir tahun hingga awal 2026, meskipun sulit dipastikan secara tepat. Aktivitas ini juga sering terjadi pada bulan Januari hingga April, kemungkinan karena pengaruh pasang surut laut dan tarikan gravitasi bulan.
Meskipun kondisi bawah laut sangat ekstrim, kehidupan mikroba dan organisme lain tetap tumbuh subur di sekitar ventilasi hidrotermal yang melepaskan mineral-mineral penting ke dalam air laut. Letusan sebelumnya pernah menghancurkan komunitas ini, tetapi mereka pulih dengan cepat dalam beberapa bulan saja.
Para ilmuwan berencana untuk menyiarkan langsung letusan gunung berapi ini di masa depan. Meskipun letusan ini signifikan bagi kehidupan laut dan geologi dasar laut, aktivitasnya hampir tidak terasa oleh manusia di darat karena kedalamannya yang jauh di bawah permukaan laut.
Analisis Ahli
William Wilcock
Aktivitas gempa saat ini lebih rendah dibandingkan sebelum letusan sebelumnya, namun potensi letusan tetap tinggi dan sulit diprediksi secara tepat waktu.Kelley
Letusan bawah laut ini mendukung kehidupan unik di sekitar ventilasi hidrotermal dan membantu regenerasi ekosistem meski kondisi ekstrem.
