AI summary
Batas antara mantel dan inti luar Bumi lebih kompleks dari yang diperkirakan. Material dari inti Bumi bocor ke mantel, yang dapat menjelaskan beberapa aktivitas vulkanik. Penelitian terbaru terus mengungkap sifat-sifat inti dan mantel, memberikan wawasan baru tentang geologi Bumi. Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda, salah satunya adalah mantel yang terdiri dari batuan panas dan inti luar yang berupa lautan logam cair. Selama ini, ilmuwan menganggap bahwa batas antara mantel dan inti sangat jelas dan material tidak bisa melewatinya.Studi-studi terbaru menunjukkan bahwa sebenarnya material dari inti Bumi bisa bocor dan berpindah ke mantel melalui dua struktur besar di batas inti-mantel yang disebut blob. Hal ini bertentangan dengan asumsi lama bahwa inti dan mantel benar-benar terpisah secara kimia dan fisik.Peneliti menemukan bukti kebocoran ini melalui analisis isotop helium-3 dan ruthenium-100 yang ditemukan di batuan vulkanik dari lokasi-lokasi seperti Kepulauan Galápagos dan Hawai‘i. Isotop ini sulit ditemukan kecuali berasal dari inti Bumi yang sudah lama terisolasi.Selain isotop, studi seismologi mengungkap bahwa gelombang seismik melewati blob dengan energi yang berkurang sangat sedikit, menandakan struktur blob mengandung kristal besar yang tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya bahwa blob harus sangat cair dan kacau.Temuan ini memperlihatkan bahwa ada interaksi yang kompleks antara inti dan mantel Bumi melalui jalan yang belum sepenuhnya dipahami. Ini membuka berbagai pertanyaan baru tentang dinamika dalam Bumi dan bagaimana hal itu mempengaruhi aktivitas vulkanik dan medan magnet planet.
Penemuan ini sangat mengejutkan karena menantang konsep lama tentang batas keras antara inti dan mantel Bumi yang telah diterima lebih dari satu abad. Ini membuka peluang penelitian baru yang dapat mengubah pemahaman kita tentang dinamika planet dan potensi dampaknya terhadap aktivitas geologi di permukaan.