AI summary
Baterai natrium-ion dapat menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk baterai lithium-ion. Struktur karbon keras memainkan peran penting dalam penyimpanan natrium, dengan ukuran pori yang optimal sekitar satu nanometer. Penelitian ini memberikan pedoman desain yang jelas untuk pengembangan anoda baterai di masa depan. Baterai sodium-ion mulai menarik perhatian sebagai alternatif baterai lithium-ion yang mahal dan terbatas. Sodium lebih melimpah dan murah, sehingga sangat menjanjikan untuk digunakan dalam kendaraan listrik dan penyimpanan energi besar.Namun, pengembangan baterai sodium-ion terhambat karena sulit menemukan material anoda yang pas untuk menyimpan sodium secara efisien. Grafit yang biasa digunakan di lithium-ion ternyata tidak cocok untuk sodium.Para peneliti dari Brown University menggunakan karbon berpori khusus yang disebut zeolite-templated carbon (ZTC) untuk mempelajari bagaimana sodium masuk dan tersimpan di pori-pori karbon ini.Mereka menemukan sodium menyimpan dirinya dalam dua tahap: pertama menempel secara ionik pada dinding pori, kemudian membentuk klaster logam di tengah pori. Ukuran pori sekitar satu nanometer adalah yang paling ideal.Penemuan ini memberikan panduan penting untuk membuat anoda hard carbon yang ideal dan dapat mempercepat kemunculan baterai sodium-ion yang lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan siap bersaing di pasar penyimpanan energi.
Penelitian ini membuka era baru untuk teknologi baterai sodium-ion yang bisa bersaing langsung dengan lithium-ion dari segi performa dan biaya. Memahami struktur pori dan mekanisme penyimpanan sodium dalam karbon adalah kunci revolusi dalam baterai yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.