Terobosan Baterai Natrium All-Solid-State Tahan Suhu Rendah dan Efisien
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
18 Sep 2025
178 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Baterai natrium solid-state menunjukkan kemajuan signifikan dalam kinerja pada suhu ruangan dan subzero.
Struktur metastabil baru memungkinkan konduktivitas ionik yang sangat tinggi, membuka jalan untuk baterai natrium yang lebih kompetitif.
Kolaborasi antara lithium dan natrium dalam produksi baterai dapat meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi penyimpanan energi.
Baterai lithium selama ini menjadi pilihan utama untuk menyimpan energi di kendaraan listrik, elektronik, dan jaringan listrik. Namun, lithium memiliki kelemahan biaya tinggi dan kelangkaan sumber daya. Hal ini mendorong para ilmuwan mencari alternatif bahan yang lebih murah dan melimpah, seperti natrium. Natrium memang merupakan pilihan yang menarik, tetapi teknologi baterai berbasis natrium mengalami kesulitan dalam performa pada suhu yang biasa kita gunakan sehari-hari.
Kini, ilmuwan dari University of Chicago bersama dengan peneliti dari Singapura berhasil membuat terobosan penting. Mereka berhasil mengembangkan baterai natrium dengan elektrolit padat yang bisa bekerja dengan sangat baik pada suhu ruang dan bahkan sampai suhu di bawah nol derajat. Inovasi ini mengatasi kelemahan utama baterai natrium yang sulit berfungsi pada kondisi nyata di lapangan.
Kunci dari terobosan ini adalah menemukan struktur kristal metastabil yang disebut natrium hydridoborate. Struktur ini memiliki konduktivitas ionik yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang pernah dipublikasikan sebelumnya. Cara membuatnya pun cukup sederhana dengan teknik pemanasan diikuti pendinginan cepat, yang memungkinkan struktur kristal ini terkunci stabil dan siap digunakan sebagai elektrolit solid-state.
Selain itu, baterai ini juga menggunakan katoda tipe O3 yang dilapisi elektrolit padat berbasis klorida sehingga bisa dibuat lebih tebal. Katoda yang tebal ini bermakna baterai bisa menyimpan lebih banyak energi dalam satu area tanpa menambah bahan yang tidak aktif. Ini membuat baterai natrium semakin mendekati performa baterai lithium sekaligus menawarkan biaya yang lebih rendah.
Penelitian ini membuka jalan baru untuk teknologi baterai yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya. Para peneliti menegaskan ini bukan tentang memilih natrium atau lithium secara eksklusif, namun keduanya akan saling melengkapi di masa depan. Dengan kemajuan ini, harapan menuju baterai sodium yang layak komersial semakin nyata dan dapat mempercepat transisi energi bersih.
Analisis Ahli
Y. Shirley Meng
Teknologi ini mendekatkan kita pada solusi fabrikasi baterai yang mampu memanfaatkan kedua kimia natrium dan lithium, menggambarkan pendekatan yang realistis dan berkelanjutan untuk penyimpanan energi masa depan.

