Inovasi Gabungan Lithium dan Natrium Permudah Baterai Solid-State Ringan dan Tahan Lama
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
10 Jun 2025
91 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kombinasi lithium dan natrium dapat mengurangi tekanan yang diperlukan untuk baterai solid-state.
Inovasi ini bisa menghasilkan baterai yang lebih ringan dan tahan lama untuk berbagai aplikasi.
Penelitian ini mengikuti konsep morfogenesis dari biologi untuk memahami interaksi antara natrium dan lithium.
Para peneliti di Georgia Tech menemukan cara baru untuk membuat baterai solid-state lebih ringan dan tahan lama dengan menambahkan natrium lunak ke logam lithium. Baterai solid-state selama ini menjanjikan keamanan dan kapasitas tinggi, tapi masalah utama adalah kebutuhan akan tekanan yang sangat tinggi supaya baterai bekerja dengan baik. Hal ini membuat baterai jadi berat dan besar.
Natrium yang sangat lunak bila dicampurkan dengan lithium membuat lapisan baterai mudah berdeformasi pada tekanan rendah. Ini memastikan baterai tetap kontak baik dengan elektrolit padat yang dipakai, sehingga baterai bisa berfungsi optimal dengan tekanan yang jauh lebih rendah dibanding sebelumnya. Cara ini mengurangi berat dan ukuran baterai secara signifikan.
Meskipun natrium tidak aktif secara kimia dalam proses pengisian dan pengosongan baterai, perannya sangat penting secara mekanik. Para peneliti mengadopsi konsep dari biologi yang disebut morphogenesis untuk menjelaskan bagaimana natrium membantu menyesuaikan struktur selama pemakaian baterai, sehingga baterai menjadi lebih stabil dan tahan lama.
Penemuan ini berpotensi mengubah masa depan baterai untuk berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga mobil listrik. Dengan teknologi ini, baterai solid-state bisa memuat energi lebih banyak tanpa perlu alat berat untuk memberikan tekanan, sehingga baterai menjadi lebih ringan dan dapat bertahan lebih lama.
Penelitian ini dipimpin oleh profesor Matthew McDowell dan timnya, dengan dukungan dari DARPA, serta telah diajukan patennya. Meskipun masih banyak yang harus diuji sebelum teknologi ini bisa dipasarkan secara luas, hasil awal menunjukkan potensi besar untuk membuat baterai solid-state lebih kompetitif dibanding baterai lithium-ion saat ini.



