Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Spora Lumut Bertahan Di Luar Angkasa Selama 9 Bulan, Bukti Kekuatan Alam

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
21 Nov 2025
1099 dibaca
2 menit
Spora Lumut Bertahan Di Luar Angkasa Selama 9 Bulan, Bukti Kekuatan Alam

TLDR

Spora moss Physcomitrium patens dapat bertahan di luar angkasa dan tetap mampu berkembang biak.
Ketahanan moss terhadap kondisi ekstrem menunjukkan potensi untuk penelitian ekosistem di luar planet.
Paparan sinar UV memiliki dampak negatif pada pertumbuhan moss, meskipun secara keseluruhan moss tetap lebih tahan dibandingkan spesies tanaman lain.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa spora lumut jenis Physcomitrium patens dapat bertahan hidup selama sembilan bulan di luar angkasa. Spora ini ditempatkan di fasilitas yang menempel pada modul Kibo di Stasiun Antariksa Internasional, menghadapi kondisi ekstrem seperti suhu yang sangat dingin hingga panas yang tinggi, radiasi ultraviolet, dan gravitasi mikro. Setelah dibawa kembali ke Bumi, lebih dari 80% spora masih mampu bertunas dan berkembang biak seperti biasa.Lumut sangat tahan terhadap cuaca sulit di Bumi, seperti di puncak gunung Himalaya yang dingin atau di gurun Death Valley yang panas dan kering. Karena kemampuannya ini, para peneliti memperkirakan lumut bisa menjadi organisme model yang ideal untuk memahami bagaimana tumbuhan bertahan dalam kondisi luar angkasa yang berat dan tidak ramah.Studi menunjukkan bahwa sporofit, bagian yang membungkus spora, adalah struktur paling tahan terhadap berbagai tekanan lingkungan, termasuk paparan sinar UV. Pada percobaan, spora yang terlindungi oleh sporofit lebih tahan dibandingkan yang tidak terlindungi. Namun, paparan sinar UV yang kuat tetap dapat merusak pigmen fotosintesis seperti klorofil a, yang akan memengaruhi pertumbuhan lumut setelah kembalinya spora ke Bumi.Penelitian ini memberi gambaran bahwa spora lumut bisa bertahan di ruang angkasa dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan hingga sekitar 15 tahun menurut model yang dibuat oleh para peneliti. Ini membuka jalan untuk menggunakan organisme kecil dan tahan banting dalam pembuatan ekosistem masa depan di luar planet kita, seperti pada misi ke Mars atau pemukiman luar angkasa lainnya.Ketahanan spora lumut ini dianggap sebagai hasil dari evolusi yang memungkinkan lumut untuk bertahan di lingkungan darat yang penuh tantangan selama jutaan tahun. Dengan mempelajari lebih lanjut, para ilmuwan berharap dapat mengembangkan strategi baru untuk melindungi tanaman dan organisme lain agar bisa hidup di lingkungan ruang angkasa dan berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem di luar Bumi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.