AI summary
Nanorobot baru ini menggunakan struktur DNA origami yang dapat diprogram untuk melakukan tugas kompleks. Sistem ini mampu beroperasi secara autonom dengan menyimpan energi dalam bentuk ketegangan molekuler. Potensi aplikasi nanorobot ini dalam bidang medis sangat luas, termasuk interaksi dengan berbagai molekul. Para peneliti dari Ludwig-Maximilians-Universität München, Emory University, dan Georgia Institute of Technology berhasil menciptakan nanorobot yang dibuat dari jaringan DNA origami yang dapat direkonfigurasi. Nanorobot ini berbasis pada unit DNA yang dapat beralih antara dua status, memungkinkan jaringan tersebut diprogram untuk merespons sinyal lingkungan.Penemuan ini berasal dari ide mengamati transformasi sambungan tunggal dalam array DNA dengan menggunakan pasangan pewarna dan teknis spektroskopi molekul tunggal. Hal ini memungkinkan pengembangan nanorobot yang dapat menjalankan berbagai tugas secara otomatis menggunakan energi yang tersimpan di dalam struktur DNA itu sendiri.Ph.D. Fiona Cole dan Martina Pfeiffer menyadari bahwa masing-masing sambungan dalam array DNA bisa diperlakukan sebagai unit mandiri yang bisa diprogram dengan fungsi khusus seperti kunci, penunda waktu, unit sinyal, atau pelepas kargo. Konsep ini seperti mengubah DNA origami menjadi perangkat keras yang dapat diprogram dengan software tertentu.Nanorobot ini dapat bekerja secara otonom karena energi yang mereka gunakan disimpan sebagai tegangan molekuler, mirip dengan mobil mainan yang dimasukkan tenaga terlebih dahulu. Selain itu, sambungan-sambungan yang saling terhubung dapat berkomunikasi, memungkinkan urutan tugas yang kompleks dan terprogram.Meski masih dalam tahap penelitian, teknologi ini berpotensi diaplikasikan dalam bidang medis dan diagnostik karena kemampuannya berinteraksi dengan berbagai molekul, protein, dan cahaya. Para peneliti juga berencana mengembangkan nanorobot ini menjadi sistem tiga dimensi dan menggunakan sumber energi alternatif seperti cahaya.
Pengembangan nanorobot DNA origami ini merupakan kemajuan penting yang menjembatani kesenjangan antara bioteknologi molekuler dan robotika miniatur yang nyata. Meskipun masih tahap awal, potensi untuk adaptasi lingkungan dan sumber energi baru sangat menjanjikan untuk aplikasi klinis dan diagnostik masa depan.