Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dampak Banjir Monsoon Di Mumbai: Ancaman Nyata Bagi Anak Dan Perempuan Di Kumuh

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
19 Nov 2025
1115 dibaca
2 menit
Dampak Banjir Monsoon Di Mumbai: Ancaman Nyata Bagi Anak Dan Perempuan Di Kumuh

TLDR

Mumbai menghadapi risiko kesehatan yang signifikan akibat banjir yang dipicu oleh perubahan iklim.
Anak-anak dan wanita di daerah pemukiman kumuh memiliki risiko kematian yang lebih tinggi selama kejadian hujan ekstrem.
Investasi dalam infrastruktur sanitasi dan drainase adalah kunci untuk mengurangi dampak banjir di daerah padat penduduk.
Mumbai, kota terbesar di India yang juga merupakan pusat keuangan, sangat rentan terhadap banjir akibat hujan lebat setiap musim monsoon dari Juni hingga September. Banjir ini menyebabkan sekitar 8% kematian di kota ini setiap tahun, khususnya di daerah pemukiman kumuh yang padat.Sebuah studi yang dilakukan oleh Tom Bearpark dari Princeton University menganalisis data hujan dan kematian selama hampir satu dekade. Hasilnya menunjukkan anak-anak di bawah usia lima tahun dan perempuan menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi saat terjadi hujan ekstrem dan pasang air laut yang tinggi.Ditemukan bahwa hujan 150 mm dalam satu hari bisa menaikkan tingkat kematian selama lima minggu sebesar 5,3% pada anak kecil, sementara perempuan mengalami peningkatan risiko kematian lebih dari dua kali lipat dibandingkan pria. Faktor utama adalah lemahnya sistem drainase, sanitasi, dan pengelolaan limbah di pemukiman kumuh.Studi ini juga menegaskan bahwa risiko kematian tinggi tidak hanya karena lokasi daerah kumuh di dataran rendah, tetapi lebih karena buruknya infrastruktur dasar dan drainage yang tidak mampu menangani laju hujan, sehingga air tergenang dan menyebabkan kondisi yang sangat membahayakan.Peneliti mengingatkan bahwa kenaikan permukaan laut di masa depan akan memperburuk banjir dan dampaknya. Oleh karena itu, investasi pada infrastruktur air bersih dan sistem sanitasi yang memadai sangat penting untuk menurunkan angka kematian terutama di daerah kumuh yang menjadi tempat tinggal lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.