Shanghai Tenggelam Lebih Cepat, Risiko Banjir dan Kerugian Meningkat Pesat
Sains
Iklim dan Lingkungan
18 Okt 2025
203 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Shanghai menghadapi risiko banjir yang semakin meningkat akibat penurunan tanah dan kenaikan permukaan laut.
Sebagian besar penurunan tanah di Shanghai disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pengambilan air tanah.
Langkah-langkah mitigasi diperlukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga stabilitas ekonomi di daerah delta.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa permukaan laut global naik dengan laju tercepat dalam empat ribu tahun terakhir. Sebagian besar kenaikan ini disebabkan oleh pemanasan yang membuat air laut mengembang dan es di kutub serta gletser mencair, menambah volume air laut.
Kota Shanghai di Cina semakin tenggelam, bukan hanya karena kenaikan laut, tetapi juga karena tanah yang menurun akibat aktivitas manusia. Pengambilan air tanah yang besar untuk pabrik dan rumah tangga menyebabkan penurunan tanah yang sangat cepat, bahkan mencapai hampir 10 cm per tahun pada era 1960-an.
Penurunan tanah ini membuat risiko banjir di Shanghai jauh lebih besar. Bahkan ketika laut tidak naik, kota ini sudah mengalami kondisi yang memperburuk potensi banjir dan kerusakan akibat badai. Sejumlah wilayah di Shanghai telah turun lebih dari satu meter selama seratus tahun terakhir.
Kota-kota delta lainnya seperti Shenzhen dan Hong Kong juga menghadapi masalah yang sama, yang tidak hanya mengancam ekonomi lokal tetapi juga rantai pasok global karena kawasan ini adalah pusat manufaktur dan perdagangan penting.
Upaya mitigasi telah dilakukan dengan memperketat aturan pengambilan air tanah dan mengisi ulang akuifer secara buatan. Meski demikian, risiko jangka panjang akibat kombinasi naiknya permukaan laut global dan penurunan tanah masih tetap besar, dan telah menyebabkan kerugian miliaran dolar di seluruh China.
Analisis Ahli
John Church (Ahli Oseanografi)
Penelitian ini mempertegas bahwa kenaikan permukaan laut adalah ancaman nyata dan meningkat secara signifikan di abad ini, yang harus diantisipasi oleh semua negara pesisir.Liu Jing (Ilmuwan Lingkungan, China)
Sumber utama penurunan tanah di perkotaan delta adalah aktivitas manusia, terutama pengambilan air tanah, sehingga kebijakan pengelolaan air harus segera diperketat dan diperbaiki.Robert Kopp (Ahli Iklim dan Laut)
Kenaikan permukaan laut yang cepat akan memperburuk dampak bencana di wilayah delta, dan memerlukan investasi besar dalam infrastruktur adaptasi.
