AI summary
Korea Selatan berkomitmen untuk investasi besar di AS, namun khawatir akan dampaknya terhadap investasi domestik. Samsung dan Hyundai berencana untuk meningkatkan investasi domestik meskipun ada arus investasi ke luar negeri. Permintaan untuk semikonduktor, terutama chip memori, diperkirakan akan meningkat seiring dengan perkembangan AI. Korea Selatan kini merasakan dampak dari kesepakatan investasi besar dengan Amerika Serikat, yang melibatkan aliran modal sebesar 350 miliar dolar AS ke sektor strategis di AS. Presiden Lee Jae Myung mengungkapkan kekhawatirannya bahwa investasi domestik Korea berisiko menyusut akibat fokus perusahaan yang semakin bergeser ke AS. Pemerintah Seoul pun mendorong konglomerat lokal untuk mengalihkan perhatian dan sumber investasi kembali ke pasar dalam negeri.Meski demikian, perusahaan besar seperti Samsung Electronics menegaskan mereka tetap akan memperkuat investasi domestik. Chairman Samsung Jay Y. Lee mengumumkan rencana peningkatan investasi di Korea Selatan, termasuk peningkatan penciptaan lapangan kerja, serta kolaborasi dengan perusahaan kecil, menengah, dan startup. Hyundai Motor Group juga memberikan pengumuman investasi besar di dalam negeri, yakni sebesar 125,2 triliun won untuk tahun 2026 hingga 2030.Dua perusahaan galangan kapal besar asal Korea Selatan, Hanwha Ocean dan HD Hyundai, juga merinci rencana investasi besar mereka di dalam negeri. Sementara itu, sektor teknologi semikonduktor sudah mulai terpengaruh oleh kesepakatan dengan AS. Samsung mengonfirmasi pembangunan pabrik chip memori baru yang sempat tertunda sejak 2023, yang akan digunakan untuk melayani kebutuhan server tradisional dan server berbasis AI.Perusahaan raksasa teknologi itu bahkan menaikkan harga chip memori hingga 60 persen sejak September, sebagai respons atas permintaan pasar yang meningkat di era pengembangan AI. Samsung berencana memulai produksi massal di pabrik baru P5 pada 2028, serta menyiapkan investasi tambahan demi menopang ekspansi kapasitas produksi semikonduktor mereka.Samsung meyakini bahwa era AI global akan mendorong lonjakan permintaan chip memori dalam jangka menengah hingga panjang. Oleh karena itu, mereka berupaya mengamankan kapasitas produksi lebih awal untuk menghadapi perubahan pasar dengan cepat. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana Korea Selatan harus mengelola investasi lintas negara dengan hati-hati agar tidak kehilangan kekuatan industrinya di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Situasi ini mengindikasikan Korea Selatan harus berhati-hati dalam menjaga keseimbangan antara investasi luar negeri dan domestik agar tidak kehilangan keunggulan industrinya. Tanpa kebijakan yang tepat, arus modal besar ke AS berpotensi melemahkan ekosistem bisnis lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi negara.