Samsung Raup Untung Besar dari Kenaikan Harga Chip Memori di Tengah Tren AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
14 Okt 2025
78 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan harga chip memori memberikan dampak positif bagi laba Samsung.
Nvidia merupakan pemain utama di pasar chip AI, sementara Samsung mengalami penurunan penjualan chip AI.
Suplai chip memori yang terbatas diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2026.
Samsung Electronics mengalami lonjakan laba yang signifikan pada kuartal ketiga tahun 2025, dengan laba usaha mencapai US$ 8,5 miliar. Hal ini terutama didorong oleh kenaikan harga chip memori yang diproduksi perusahaan Korea Selatan tersebut.
Harga chip memori seperti DRAM melonjak sebesar 171,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena suplai yang terbatas. Produsen lain lebih fokus pada produksi chip AI, sehingga suplai chip memori konvensional menjadi langka.
Di pasar chip AI, Nvidia masih mendominasi penjualan, sementara Samsung mengalami penurunan penjualan chip AI. Namun, chip memori tetap dibutuhkan oleh server yang menjalankan teknologi AI, sehingga permintaan chip memori ikut melonjak.
Kenaikan laba dari penjualan chip memori membuat saham Samsung melesat hingga 2,9 persen menjadi 96.000 won, dan saham perusahaan sudah naik 79 persen sepanjang tahun 2025. Ini menandai titik tertinggi harga saham sejak Januari 2021.
Para analis memprediksi kelangkaan suplai chip memori akan berlanjut hingga 2026, sehingga keuntungan Samsung dari lonjakan harga chip kemungkinan akan berlanjut di kuartal-kuartal mendatang.
Analisis Ahli
Sohn In-joon
Samsung meraup keuntungan besar dari kenaikan permintaan chip komoditas di tengah kondisi suplai yang terbatas.

