Samsung Raih Kontrak Chip Besar dan Naik Daun di Pasar Smartphone AS
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
01 Agt 2025
294 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Samsung mengalami lonjakan permintaan di pasar AS untuk produk teknologi, terutama smartphone dan chip.
Kontrak besar dengan Tesla menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan Samsung dalam memproduksi chip.
Kesepakatan tarif import antara Korea Selatan dan AS memberikan dampak positif bagi bisnis Samsung di AS.
Samsung kini semakin dilirik oleh pasar Amerika Serikat, bukan hanya untuk produknya seperti ponsel pintar, tetapi juga untuk produk teknologi lainnya seperti chip. Hal ini terjadi setelah Samsung berhasil mendapatkan lonjakan pengiriman smartphone dan kontrak besar untuk memasok chip ke Tesla.
Kesepakatan dagang baru antara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menurunkan tarif impor dari 25% menjadi 15%. Ini memberikan peluang lebih besar bagi Samsung untuk meningkatkan penjualan dan memasok produknya di pasar AS dengan biaya yang lebih kompetitif.
Selain itu, Samsung juga sedang membangun pabrik chip canggih di Texas yang akan mulai beroperasi tahun 2026. Ini adalah bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis manufaktur chip kontraknya yang selama ini masih didominasi oleh perusahaan lain seperti TSMC dari Taiwan.
Di pasar smartphone, pengiriman Samsung di AS meningkat cukup pesat hingga 38% secara tahunan, mencapai 8,3 juta unit pada kuartal kedua tahun 2025. Samsung memperluas pasar dengan produk seri Galaxy A yang menyasar segmen menengah, sementara Apple masih tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 49%.
Motorola dan Samsung juga mulai meningkatkan pangsa produksinya dari India untuk pasar AS, walaupun pergeseran ini berjalan lebih lambat dan dalam skala lebih kecil dibandingkan Apple. Hal ini menunjukkan persaingan ketat di pasar smartphone dan chip di Amerika Serikat dengan berbagai strategi manufaktur yang digunakan.
Analisis Ahli
Noh Mi-jung
Dengan kontrak ini, Samsung berada di jalur yang tepat untuk menggairahkan kembali divisi chip kontrak yang sempat lesu dan mendapat dukungan positif dari pasar global.

