TLDR
Meta menghasilkan miliaran dolar dari iklan penipuan, meskipun menyadari dampaknya. Scam merupakan masalah global yang berdampak pada individu yang rentan. Regulasi yang lebih ketat terhadap platform online diperlukan untuk melindungi konsumen dari penipuan. Meta, induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, diketahui mendapatkan miliaran dolar setiap tahun dari iklan-iklan penipuan yang menipu jutaan penggunanya. Iklan scam ini mengklaim berbagai hal palsu seperti cek stimulus palsu dan investasi palsu menggunakan teknologi deepfake. Meski perusahaan menyadari adanya iklan-iklan scam ini, tindakan untuk memberantasnya masih sangat kurang karena iklan tersebut sangat menguntungkan.Pengguna Meta, terutama di Amerika Serikat, sangat sering melihat iklan scam, dengan estimasi hingga 15 miliar iklan setiap hari. Korban penipuan ini terutama orang yang sedang dalam kondisi sulit seperti lansia, pengangguran, dan imigran. Kerugian finansial yang dilaporkan mencapai milyaran dolar, tapi angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar karena banyak kasus yang tidak dilaporkan.Meta menggunakan sistem yang hanya menghapus iklan penipuan jika yakin 95% bahwa iklan tersebut palsu, dan memberikan beberapa kesempatan sebelum melarang akun pengiklan. Ini membuat pelaku bisa beriklan dalam waktu lama dan terus menipu pengguna. Sementara itu, algoritme platform justru meningkatkan tayangan iklan scam kepada orang yang sudah klik iklan tersebut, memperbesar dampak negatifnya.Skala masalah ini diperparah oleh sindikat penipuan global yang menggunakan teknologi canggih seperti AI dan deepfake, serta merekrut korban perdagangan manusia untuk mengelola skema penipuan. Meta dianggap memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan tindakan lebih keras, termasuk memperketat identifikasi pengiklan dan menurunkan ambang batas penghapusan iklan scam.Para ahli dan aktivis mendesak pemerintah memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap iklan daring, termasuk mewajibkan verifikasi identitas pengiklan dan audit independen sistem iklan. Denda besar juga dipandang perlu agar perusahaan seperti Meta terdorong untuk menghentikan praktik merugikan ini dan melindungi warganya dari penipuan yang merajalela.