Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Gunakan AI untuk Personalisasi Iklan, Privasi Jadi Taruhan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
02 Okt 2025
138 dibaca
1 menit
Meta Gunakan AI untuk Personalisasi Iklan, Privasi Jadi Taruhan

Rangkuman 15 Detik

Meta berencana memanfaatkan AI untuk meningkatkan iklan yang dipersonalisasi kepada pengguna.
Kritik terhadap pengawasan data dan privasi semakin meningkat seiring dengan penggunaan AI.
Pengguna tidak memiliki opsi untuk memilih keluar dari pengumpulan data yang dilakukan oleh Meta.
Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, akan mulai menggunakan data dari interaksi pengguna dengan kecerdasan buatan (AI) untuk mempersonalisasi konten dan iklan mulai Desember. Ini merupakan langkah maju dalam upaya Meta memonetisasi teknologi AI di platformnya. Setiap pertanyaan yang diajukan pengguna ke AI Meta akan digunakan untuk mengira minat dan kebiasaan mereka, sehingga feed dan iklan yang tampil akan semakin relevan dengan keinginan dan hobi pengguna tersebut. Namun, Meta menyatakan bahwa data dari percakapan tentang topik sensitif seperti agama, politik, orientasi seksual, dan kesehatan tidak akan digunakan untuk iklan. Meskipun begitu, pengguna tidak punya pilihan untuk menolak secara keseluruhan penggunaan data ini. Kebijakan ini menimbulkan kritik karena mekanisme persetujuan yang sifatnya memaksa, di mana pengguna harus menerima syarat dan ketentuan baru tanpa opsi keluar jika ingin terus menggunakan layanan Meta. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang pengawasan data dan privasi digital, karena AI dan algoritma digunakan sebagai alat baru untuk mengontrol pengalaman pengguna sekaligus mengeruk keuntungan komersial.

Analisis Ahli

Shoshana Zuboff
Ini adalah manifestasi dari kapitalisme pengawasan, di mana data personal diolah sedemikian rupa untuk keuntungan perusahaan tanpa transparansi dan kontrol pengguna yang cukup.
Jaron Lanier
AI yang digunakan untuk mengumpulkan data demi iklan adalah teknologi yang mereduksi kemanusiaan dan otonomi individu, memperkuat ketergantungan pada platform.