Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Startup AI Mercor Jadi Miliarder Muda Tapi Kontraktornya Dikecewakan

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (5mo ago) startups (5mo ago)
13 Nov 2025
134 dibaca
2 menit
Startup AI Mercor Jadi Miliarder Muda Tapi Kontraktornya Dikecewakan

Rangkuman 15 Detik

Mercor menghentikan proyek besar yang melibatkan ribuan kontraktor, menyebabkan banyak dari mereka kehilangan pekerjaan.
Perusahaan menawarkan pekerjaan baru dengan gaji yang lebih rendah, yang menyebabkan ketidakpuasan di kalangan kontraktor.
Pendiri Mercor menjadi miliarder termuda setelah mendapatkan pendanaan besar, tetapi langkah mereka menimbulkan kontroversi di kalangan pekerja.
Mercor, startup AI yang didirikan oleh tiga teman dari San Francisco, baru saja meraih pendanaan besar sebesar 350 juta dolar AS dengan valuasi spektakuler 10 miliar dolar AS. Hal ini membuat ketiga pendirinya menjadi miliarder termuda di dunia. Namun, di balik keberhasilan itu, muncul isu penting terkait perlakuan mereka terhadap ribuan kontraktor yang bekerja pada proyek AI bernama Musen. Proyek Musen, yang melibatkan lebih dari 5.000 kontraktor, tiba-tiba dibatalkan tanpa peringatan terlebih dahulu. Para kontraktor yang sebagian besar bekerja mereview konten video dan audio dari platform Reels milik Meta, merasa terkejut karena mereka dijanjikan proyek akan berjalan hingga Desember, namun justru dihentikan secara mendadak dan tanpa penjelasan memadai. Setelah dibatalkan, Mercor menawarkan proyek baru bernama Nova dengan jam kerja yang lebih stabil namun dengan bayaran yang turun dari 21 dolar menjadi 16 dolar per jam. Hal ini menimbulkan kemarahan kontraktor karena upah baru ini bahkan lebih rendah daripada upah minimum di beberapa negara bagian seperti California. Para kontraktor merasa diperlakukan tidak adil dan diabaikan. Situasi ini terjadi di tengah booming industri pelabelan data AI yang makin diminati oleh perusahaan besar, terutama setelah Meta membeli saham 49% dari Scale senilai 14 miliar dolar AS. Persaingan ketat antar perusahaan lab data membuat kondisi kerja kontraktor semakin sulit dan penuh tekanan, dengan tuntutan kualitas tinggi dan jam kerja yang tidak pasti. Meski harga saham dan valuasi Mercor meningkat pesat, konflik tentang kesejahteraan kontraktor mencuat sebagai lampu merah penting bagi industri AI yang mengandalkan tenaga manusia untuk melatih mesin. Ke depan, isu ini dapat memicu perdebatan soal hak pekerja dan standar upah di sektor teknologi yang terus berkembang pesat.

Analisis Ahli

Amy Webb (Futurist and Tech Analyst)
Fenomena seperti yang terjadi di Mercor menggambarkan kegagalan perusahaan startup AI dalam menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab sosial terhadap pekerja kontrak yang menjadi tulang punggung operasional mereka.