Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Molekul Langka Mengungkap Rahasia Magnetisme Dalam Inti Atom Radioaktif

Sains
Fisika dan Kimia
News Publisher
11 Nov 2025
1406 dibaca
2 menit
Molekul Langka Mengungkap Rahasia Magnetisme Dalam Inti Atom Radioaktif

TLDR

Penelitian ini berhasil mengamati distribusi magnetisme dalam nukleus radioaktif untuk pertama kalinya.
Molekul radium monofluoride memiliki bentuk asimetris yang membantu dalam mendeteksi asimetri di dalam nukleus.
Penelitian ini membuka kemungkinan untuk menemukan fisika baru di luar Model Standar.
Fisika biasanya didasarkan pada prinsip simetri yang menjaga agar hukum alam berlaku sama di mana pun dan kapan pun. Namun, ada ketidakseimbangan tertentu yang belum dipahami, terutama mengapa alam semesta lebih didominasi oleh materi daripada antimateri. Penelitian terbaru mencoba menjawab pertanyaan ini dengan mempelajari inti atom radioaktif yang memiliki bentuk asimetris.Para ilmuwan di CERN dan MIT menggunakan molekul langka bernama radium monofluoride (RaF) untuk mengukur spektrum energi dan mempelajari distribusi magnetisme di inti atom radium yang memiliki deformasi berbentuk seperti buah pir. Ini adalah yang pertama kali mereka bisa mengamati efek magnetis dalam molekul seperti ini.RaF dibuat dengan menembakkan proton berenergi tinggi ke target uranium untuk menghasilkan isotop radium-225 yang sangat tidak stabil dan memiliki usia sekitar 15 hari saja. Molekul ini sangat sulit diproduksi dan hanya berumur singkat, sehingga pengukuran harus dilakukan dengan cepat dan tepat.Dalam pengukurannya, mereka menggunakan laser untuk mengamati perubahan spektrum cahaya yang diserap dan dipancarkan molekul. Perubahan ini mengungkap interaksi elektron dengan inti radium secara langsung, yang dikenal dengan efek Bohr-Weisskopf, sebuah fenomena yang sebelumnya hanya pernah diamati di atom tunggal, tapi kini berhasil ditemukan di molekul.Penemuan ini membuka peluang besar untuk melakukan pengukuran yang lebih presisi di masa depan dengan melambatkan dan menjebak molekul RaF menggunakan laser. Hal ini bisa membantu fisikawan menguji pelanggaran simetri yang lebih kecil dan mungkin menemukan fisika baru di luar Model Standar yang selama ini belum terjelaskan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.