Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Penipuan Online Menggunakan AI, TikTok Shop Perangi Produk Palsu

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
07 Nov 2025
145 dibaca
2 menit
Bahaya Penipuan Online Menggunakan AI, TikTok Shop Perangi Produk Palsu

AI summary

Modus penipuan online semakin canggih dengan penggunaan AI generatif.
Platform e-commerce seperti TikTok dan Amazon berupaya keras untuk mengatasi masalah produk palsu.
Penipuan online merupakan kejahatan terorganisir yang merugikan pengguna dan pedagang yang jujur.
Penipuan secara online semakin marak dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membantu para penjahat siber membuat barang dan merek palsu. Para penipu ini menggunakan AI generatif untuk menipu pengguna agar membeli produk yang sebenarnya tidak ada. Modus ini adalah bentuk kejahatan terorganisir yang semakin canggih.Nicolas Waldmann, Kepala Global TikTok Shop Governance and Experience, menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan ini menjual barang palsu dan kemudian kabur membawa uang pembeli tanpa mengirimkan produk apapun. Di pihak lain, platform e-commerce seperti TikTok Shop dan Amazon juga memanfaatkan AI untuk mendeteksi dan menghapus produk palsu agar melindungi konsumen.TikTok Shop melaporkan telah menolak sekitar 70 juta produk dan menghapus 700.000 penjual yang melanggar kebijakan dalam waktu 6 bulan pertama tahun 2025. Perusahaan ini menggunakan kombinasi teknologi AI dan moderasi manusia untuk memantau aktivitas penjual dan menjaga keaslian produk yang dijual di platform mereka.Meskipun TikTok dan Amazon memiliki daftar barang terlarang, para penipu masih bisa menerobos sistem keamanan dan menjual barang terlarang atau tiruan, seperti sirup THC dan mainan seks. Masalah ini menjadi tantangan serius dalam menjaga kualitas dan keamanan belanja online di era digital saat ini.Ke depan, penggunaan AI akan semakin penting dalam menjaga keamanan platform e-commerce, namun penipu juga akan terus mengembangkan metode baru yang lebih canggih. Persaingan antara teknologi AI untuk memerangi penipuan dan pemanfaatan AI oleh pelaku kejahatan diprediksi akan semakin ketat dan dinamis.

Experts Analysis

Nicolas Waldmann
Penipuan yang menggunakan AI generatif dianggap sebagai kejahatan terorganisir dan platform perlu menggunakan AI juga untuk melawan penipuan ini secara efektif.
Editorial Note
Penggunaan AI dalam penipuan online menunjukkan bahwa kejahatan siber kini bukan hanya soal teknologi, tapi soal kreativitas dan adaptasi tak terbatas dari para pelaku kejahatan. Platform seperti TikTok Shop dan Amazon harus terus berinovasi dengan teknologi dan kebijakan yang lebih agresif agar dapat melindungi konsumen tanpa menimbulkan ketidakadilan pada penjual asli.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.