Pertumbuhan Pesat BNPL di Indonesia dengan Pengawasan Risiko Ketat
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
30 Okt 2025
80 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pertumbuhan pembiayaan BNPL menunjukkan tren yang positif meskipun ada tantangan dalam daya beli masyarakat.
Kehati-hatian dan pengawasan risiko adalah kunci untuk menjaga kualitas pembiayaan di sektor digital.
Edukasi konsumen dan monitoring risiko secara real-time sangat penting untuk menghindari lonjakan gagal bayar.
Pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau pay later di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 8,56 triliun pada Juni 2025. Hal ini menandakan bahwa semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut untuk belanja dengan metode cicilan.
Meskipun pembiayaan BNPL semakin besar, kondisi daya beli masyarakat saat ini sebenarnya sedang melemah dan kelas menengah mengalami penurunan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan agar tetap bisa mengelola risiko gagal bayar dengan baik.
Shopee PayLater, salah satu penyedia BNPL di Indonesia, menekankan pentingnya kehati-hatian dan pengawasan risiko dalam menghadapi lonjakan permintaan kredit. Mereka melakukan monitoring risiko secara real-time agar kualitas pembiayaan tetap terjaga dan gagal bayar bisa diminimalisir.
Selain menjaga kualitas pembiayaan, Shopee PayLater juga fokus pada edukasi konsumen untuk membantu mereka memahami cara menggunakan fasilitas pay later secara bertanggung jawab. Hal ini penting agar pengguna tidak terjebak dalam utang yang berlebihan.
Shopee PayLater juga mendorong inklusi keuangan digital dengan menyediakan opsi cicilan yang fleksibel dan mudah digunakan, baik secara online maupun di merchant offline yang menerima QRIS. Dengan cara ini, mereka berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih efektif sekaligus menikmati kemudahan pembayaran digital.
Analisis Ahli
Anggie Ariningsih
Penekanan pada keseimbangan antara ekspansi dan kualitas pembiayaan serta real-time risk monitoring menjadi kunci keberlanjutan bisnis pembiayaan digital yang sehat.
