Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pertumbuhan Pesat BNPL di Indonesia, Shopee PayLater Perketat Pengawasan Risiko

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
30 Okt 2025
240 dibaca
1 menit
Pertumbuhan Pesat BNPL di Indonesia, Shopee PayLater Perketat Pengawasan Risiko

Rangkuman 15 Detik

Pertumbuhan BNPL menunjukkan potensi besar meskipun ada tantangan daya beli.
Keseimbangan antara ekspansi dan pengawasan risiko sangat penting dalam pembiayaan digital.
Shopee PayLater berkomitmen untuk mendidik konsumen dan memperkuat kualitas kredit.
Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia tumbuh sangat cepat, dengan penyaluran mencapai Rp 8,56 triliun pada Juni 2025, meningkat 56,26 persen dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun perkembangan ini menggembirakan, daya beli masyarakat terlihat melemah, dan kelas menengah yang biasanya jadi konsumen utama juga mengalami penurunan. Hal ini menjadi perhatian perusahaan pembiayaan digital agar tidak mengabaikan risiko kredit. Shopee PayLater (SPL) menanggapi situasi ini dengan menegaskan pentingnya keseimbangan antara memperluas portofolio pembiayaan dan menjaga kualitas kredit melalui upaya pengawasan risiko yang ketat dan edukasi kepada para konsumen. Shopee PayLater melakukan monitoring risiko secara real-time untuk mengantisipasi potensi gagal bayar yang bisa terjadi jika permintaan kredit meningkat tanpa kendali. Hal ini merupakan upaya menjaga keberlanjutan bisnis dan perlindungan untuk pengguna layanan. Selain itu, SPL juga berkomitmen mendorong inklusi keuangan digital dengan memberikan kemudahan cicilan fleksibel serta pembayaran digital melalui QRIS yang diterima banyak merchant offline, sehingga konsumen dapat mengatur pengeluaran mereka dengan lebih baik.

Analisis Ahli

Anggie Ariningsih
Pertumbuhan signifikan di sektor pembiayaan digital harus diimbangi dengan kehati-hatian dan penguatan pengawasan risiko untuk menjaga kualitas pembiayaan.