GoPay Perkuat Keamanan Digital dengan AI untuk Cegah Penipuan Transaksi
Teknologi
Keamanan Siber
24 Sep 2025
167 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Keamanan merupakan prioritas utama dalam layanan keuangan digital GoPay.
Pemanfaatan AI membantu mendeteksi kejanggalan dan meningkatkan proses KYC.
Fitur pengenalan wajah ditambahkan untuk meningkatkan verifikasi pengguna dalam transaksi.
GoPay, layanan pembayaran digital dari GoTo Financial, memperkuat sistem keamanannya dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah memastikan setiap transaksi dilakukan dengan aman dan terhindar dari tindakan penipuan yang sering terjadi di layanan keuangan digital saat ini.
Teknologi AI digunakan untuk memantau transaksi secara realtime dan mendeteksi anomali yang mungkin menunjukkan aktivitas penipuan. Selain itu, fitur pengenalan wajah mulai diterapkan sebagai metode verifikasi tambahan ketika pengguna melakukan transfer dana, terutama pada transaksi yang dianggap rawan.
GoPay juga memanfaatkan AI dalam proses Know Your Customer (KYC) untuk memvalidasi keaslian data pengguna. Hal ini penting untuk mencegah penyalahgunaan identitas, seperti penggunaan KTP milik orang lain dalam pengajuan pinjaman di platform lain yang bisa merugikan pengguna asli.
Sistem AI yang dimiliki GoPay dapat mendeteksi kejanggalan transaksi BNPL (Buy Now Pay Later) dan langsung mengaktifkan fitur pengenalan wajah sebagai lapisan keamanan tambahan. Dengan demikian, pembayaran dapat dihentikan jika ada indikasi bahwa transaksi tersebut bukan dilakukan oleh pemilik akun yang sah.
Langkah ini menunjukkan komitmen GoPay dalam membangun aplikasi keuangan digital yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga aman dan dapat dipercaya oleh para penggunanya, seiring dengan berkembangnya layanan keuangan digital di Indonesia.
Analisis Ahli
Andi Susanto (Ahli Keamanan Siber)
Penggabungan AI dengan pemantauan realtime adalah pendekatan tepat untuk meningkatkan deteksi penipuan di platform keuangan. Namun, tantangan utama tetap memastikan bahwa algoritma tidak bias dan mampu mengidentifikasi ancaman tanpa mengganggu pengalaman pengguna.