Bitcoin Mulai Tinggalkan Siklus 4 Tahun, Puncak Baru Diprediksi 2026
Finansial
Mata Uang Kripto
29 Okt 2025
198 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Siklus Bitcoin mungkin telah beralih dari empat tahun menjadi lima tahun, mencerminkan perubahan dalam dinamika pasar.
Halving masih memiliki signifikansi psikologis, tetapi dampak langsungnya terhadap harga Bitcoin semakin berkurang.
Pergerakan harga Bitcoin kini lebih terkait dengan likuiditas global dan partisipasi institusi daripada sekadar peristiwa protokol.
Bitcoin selama ini dikenal memiliki pola siklus harga empat tahunan yang erat kaitannya dengan event halving, yakni pengurangan pasokan Bitcoin baru setiap empat tahun sekali. Pola ini selama bertahun-tahun memberikan perkiraan yang cukup jelas bagi para investor kapan waktu harga melonjak dan kapan koreksi besar terjadi. Namun, banyak analis kini meyakini bahwa pola tersebut mulai berubah dan tidak lagi sepenuhnya berlaku di pasar yang semakin maju ini.
Salah satu pendapat penting datang dari trader veteran Bob Loukas yang menyatakan bahwa siklus Bitcoin kali ini berbeda karena melibatkan jenis partisipan yang baru, terutama peran yang jauh lebih besar dari modal institusional dan likuiditas global. Ia menyarankan jangan terlalu kaku pada ekspektasi dengan memberi ruang pergerakan harga hingga kuartal pertama atau kedua 2026 masih dianggap wajar dalam kerangka siklus itu.
Data baru juga menunjukkan bahwa setelah halving tahun 2024, kenaikan harga Bitcoin masih tergolong rendah, hanya sekitar 18%, jauh berbeda dari lonjakan besar yang terjadi pada siklus sebelumnya yang bisa mencapai ribuan persen. Ini menandakan bahwa pengaruh halving sudah kehilangan dampak langsungnya terhadap harga pasar. Oleh sebab itu, analisis mulai bergeser pada faktor makroekonomi seperti likuiditas global dan kebijakan fiskal di negara besar dunia.
Penganalisa lainnya mengungkapkan bahwa saat ini Bitcoin mengalami pergeseran dari siklus empat tahun menjadi siklus lima tahun. Mereka menyebutkan bahwa siklus ini dipengaruhi oleh siklus ekonomi yang lebih panjang serta pergerakan likuiditas yang lebih lambat dan terstruktur. Negara-negara maju seperti Jepang, China, dan Amerika Serikat sedang menambah pasokan uang di ekonominya sehingga memicu aliran dana ke aset berisiko termasuk Bitcoin, memperpanjang musim bullish hingga pertengahan 2026.
Dengan semua perubahan ini, penting bagi para investor dan pengamat pasar untuk memahami bahwa Bitcoin bukan sekedar aset spekulatif dengan siklus tetap lagi, tetapi sudah menjadi komponen keuangan yang terintegrasi dengan dinamika ekonomi global. Pola harga yang lebih melambat dan dominasi modal institusional membuat analisa dan strategi investasi pun harus disesuaikan dengan kondisi baru ini.
Analisis Ahli
Bob Loukas
Siklus Bitcoin kali ini berbeda dengan sebelumnya, jadi investor harus fleksibel dengan ekspektasi dan memberi ruang harga bergerak hingga kuartal awal 2026.Master of Crypto
Halving Bitcoin saat ini kurang berdampak langsung terhadap harga karena Bitcoin sudah menjadi aset besar dengan pengaruh utama berasal dari perubahan likuiditas global.